HALOJEMBER - Istilah NPD atau Narcissistic Personality Disorder semakin sering muncul dalam perbincangan warganet. Banyak konten di media sosial membahas ciri-ciri “narsistik” dalam hubungan pertemanan maupun percintaan.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa NPD bukan sekadar sifat suka pamer, melainkan gangguan kepribadian yang memiliki kriteria klinis tertentu.
NPD ditandai dengan pola perilaku jangka panjang berupa rasa percaya diri berlebihan, kebutuhan akan pengakuan yang tinggi, serta rendahnya empati terhadap orang lain.
Penderitanya kerap terlihat sangat yakin pada kemampuan diri, tetapi di balik itu sering kali sensitif terhadap kritik dan mudah merasa tersinggung.
Pola ini dapat memengaruhi hubungan sosial, pekerjaan, hingga kesehatan mental individu tersebut.
Psikolog menjelaskan bahwa penyebab NPD bersifat kompleks, melibatkan faktor pola asuh, pengalaman masa kecil, lingkungan sosial, serta kemungkinan faktor biologis.
Seseorang tidak bisa disebut mengalami NPD hanya karena menunjukkan satu atau dua perilaku narsistik.
Diagnosis gangguan kepribadian harus dilakukan oleh tenaga profesional melalui asesmen yang menyeluruh.
Maraknya penggunaan label “NPD” di media sosial dinilai berisiko menimbulkan stigma. Menyematkan diagnosis secara sembarangan pada orang lain dapat memperburuk pemahaman publik tentang kesehatan mental.
Para ahli menekankan pentingnya literasi kesehatan mental agar masyarakat bisa membedakan antara sifat narsistik sehari-hari dengan gangguan kepribadian yang membutuhkan penanganan profesional.
Dalam penanganannya, NPD dapat dibantu melalui terapi psikologis jangka panjang.
Terapi bertujuan membantu individu mengenali pola pikir dan perilaku yang merugikan, serta mengembangkan empati dan keterampilan relasi yang lebih sehat.
Dukungan lingkungan sekitar juga berperan penting, terutama dalam menciptakan ruang aman untuk perubahan perilaku.
Pakar kesehatan mental mengimbau masyarakat agar lebih bijak mengonsumsi konten psikologi di media sosial.
Jika mengalami kesulitan dalam hubungan atau merasa terganggu oleh pola perilaku diri sendiri maupun orang terdekat, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional.
Pemahaman yang tepat dapat membantu mencegah salah kaprah sekaligus mendorong penanganan yang lebih manusiawi terhadap isu kesehatan mental.
Editor : Harry Erje