JEMBER, Halojember - Kasus campak di Jember kembali bertambah. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Jember mencatat hingga saat ini terdapat 25 kasus positif campak yang ditemukan di sejumlah wilayah.
Meski jumlah kasus meningkat, seluruh pasien dipastikan telah sembuh dan tidak ditemukan kasus dengan komplikasi berat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Jember, dr Rita Wahyuningsih, mengatakan peningkatan kasus terjadi secara bertahap sejak awal tahun 2026.
Setiap pasien yang masuk kategori suspek campak langsung diambil sampelnya untuk diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya.
“Kalau bicara peningkatan dari tahun 2026 memang ada peningkatan. Artinya dari tiap bulannya itu terjadi peningkatan,” ujarnya saat RDP bersama Komisi D DPRD Jember beberapa hari lalu.
Rita menjelaskan, lonjakan data yang muncul belakangan ini bukan sepenuhnya berasal dari kasus baru.
Sebagian besar hasil positif yang diumumkan saat ini merupakan sampel yang sebenarnya sudah dikirim sejak Februari lalu.
Namun, proses pemeriksaan sempat tertunda karena laboratorium rujukan mengalami kekurangan reagen.
“Karena kehabisan reagen sehingga baru dilanjutkan pemeriksaannya dan hasilnya baru keluar untuk saat ini,” katanya.
Kondisi tersebut sempat menimbulkan kesan seolah terjadi lonjakan kasus secara mendadak dalam waktu singkat.
Padahal, pasien yang dinyatakan positif itu telah lebih dulu mendapatkan penanganan medis sambil menunggu hasil laboratorium keluar.
“Dari 107 sampel suspek yang kami kirim, 25 di antaranya dinyatakan positif,” ungkap Rita.
Dari pemetaan kasus, wilayah kerja Puskesmas Ledokombo dan Panti sebelumnya menjadi daerah dengan jumlah temuan terbanyak.
Sementara hasil terbaru menunjukkan penambahan kasus kini juga ditemukan di wilayah Puskesmas Mayang dan Sumberjambe.
“Yang ada peningkatan positifnya lebih dari dua itu ada di Puskesmas Mayang dan Puskesmas Sumberjambe,” jelasnya.
Meski angka kasus bertambah, Dinkes memastikan seluruh pasien telah pulih sepenuhnya.
Penanganan cepat sejak awal pasien terduga ditemukan disebut menjadi faktor penting yang mencegah munculnya kondisi berat pada penderita.
“Sampai hari ini pun semua kasus yang sakit itu kategorinya semuanya sembuh,” tegas Rita.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes P2KB Jember kini terus menggencarkan imunisasi campak di seluruh puskesmas.
Program tersebut tidak hanya difokuskan di wilayah yang ditemukan kasus positif, tetapi dilakukan merata di seluruh daerah di Jember. “Tapi kami lakukan seluruh Puskesmas di Kabupaten Jember,” pungkasnya.
Editor : Sidkin