JEMBER, Halojember – Harapan memiliki buah hati kini semakin dekat bagi pasangan yang tengah menjalani program kehamilan di Jember.
Pejuang garis dua tidak lagi harus selalu pergi ke Surabaya untuk mendapatkan layanan fertilitas, karena akses pemeriksaan hingga program kehamilan kini tersedia di Jember melalui kolaborasi Morula IVF Surabaya dengan IHC Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik.
Kolaborasi tersebut diperkuat melalui seminar bertajuk Goes to Jember: Menjemput Harapan, Menyambut Buah Hati yang digelar di Hotel Aston Jember, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang edukasi bagi pasangan suami istri untuk memahami persoalan kesuburan sekaligus pilihan penanganannya.
Head Division Morula IVF Surabaya, Arik Lisarja, mengatakan layanan fertilitas tidak serta-merta berujung pada program bayi tabung. Pasangan terlebih dahulu perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kesulitan mendapatkan keturunan, baik yang berasal dari pihak perempuan maupun laki-laki.
“Banyak masyarakat awam masih belum mendapatkan akses informasi mengenai fertilitas. Pemeriksaan penting dilakukan untuk mengetahui sebenarnya masalahnya ada di mana, apakah dari suami atau istri,” kata Arik.
Karena itu, layanan yang dikembangkan di Jember dibuat bertahap. Pasien dapat memulai dari pemeriksaan fertilitas dan program kehamilan alami, kemudian inseminasi intrauterine insemination (IUI), hingga program bayi tabung apabila memang dibutuhkan berdasarkan kondisi medis.
Arik mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan fertilitas cukup besar. Sepanjang 2025, Morula IVF Surabaya memberikan konsultasi dan USG gratis kepada sekitar 430 pasien. Sementara hingga Juli 2026, jumlahnya telah mencapai sekitar 550 pasien.
“Jadi, kami berkomitmen bisa memudahkan akses pasien itu mendapatkan informasi yang sebaik-baiknya, seluas-luasnya,” ujarnya.
Menurut Arik, persoalan kesuburan juga tidak seharusnya dibiarkan terlalu lama tanpa pemeriksaan. Sebab, masih ada pasangan yang baru mencari bantuan setelah bertahun-tahun menunggu kehadiran buah hati, bahkan hingga 15–20 tahun.
Sehingga kesempatan ini bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai penyebab mereka kesulitan mendapatkan.
"Dari pemeriksaan itu bisa diketahui kemungkinan penyebabnya dan apa langkah selanjutnya yang bisa dilakukan,” katanya.
Untuk diketahui, Morula IVF telah menjalankan layanan fertilitas selama 28 tahun dan mencatat sekitar 150 ribu program bayi tabung. Arik menyebut pengalaman panjang tersebut menjadi modal untuk memperluas akses layanan fertilitas ke daerah, termasuk Jember.
Sementara itu, Direktur IHC Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik, dr Anitha Fadilah, mengatakan kerja sama dengan Morula IVF Surabaya telah terjalin sejak 2022. Kehadiran layanan fertilitas di Jember diharapkan memangkas kendala jarak bagi pasangan yang selama ini harus bepergian ke luar daerah.
Dengan pola tersebut, pasien dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan awal di Jember. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kebutuhan tindakan yang lebih kompleks, pasien akan dirujuk ke Morula IVF Surabaya dengan tetap berada dalam pemantauan layanan yang terintegrasi.
“Jadi tidak perlu jauh ke Surabaya. Karena di Jember juga sudah tersedia layanan klinik fertilitas. Kalau ada tindakan yang tidak bisa dilakukan di sini, kami akan melakukan rujukan ke Morula IVF Surabaya,” kata Anitha.
Sejumlah pasangan di Jember juga telah menjalani penanganan fertilitas, termasuk inseminasi atau IUI. Beberapa di antaranya berhasil mendapatkan kehamilan, sementara pasien yang membutuhkan program bayi tabung dilanjutkan melalui rujukan ke Morula IVF Surabaya.
Anitha berharap semakin dekatnya akses layanan membuat pasangan tidak lagi ragu memeriksakan kondisi kesuburan. Bagi para pejuang garis dua, pemeriksaan lebih awal dapat membantu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi masing-masing sekaligus menentukan pilihan program yang paling sesuai.
“Untuk pejuang garis dua, jangan khawatir dan jangan takut untuk mencoba serta memulai. Harapannya, layanan ini bisa memberikan manfaat dan akses yang lebih luas bagi masyarakat Jember dan sekitarnya,” pungkasnya. (kin)
Editor : Sidkin