Halojember - Kematian Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan julukan El Mencho, langsung mengguncang Meksiko.
Gelombang kekerasan pecah di sejumlah wilayah hanya dalam hitungan jam setelah kabar tewasnya menyebar.
Lalu, siapa sebenarnya sosok ini dan mengapa kematiannya berdampak begitu besar?
El Mencho merupakan pemimpin Cártel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), salah satu kartel narkoba paling berpengaruh di Meksiko dalam satu dekade terakhir.
Di bawah komandonya, CJNG berkembang pesat dan dikenal agresif dalam memperluas wilayah operasi, baik di dalam negeri maupun lintas batas.
Lahir di negara bagian Jalisco, El Mencho dilaporkan pernah bekerja serabutan sebelum terjun ke dunia kriminal.
Ia sempat bermigrasi ke Amerika Serikat dan memiliki catatan hukum sebelum akhirnya kembali ke Meksiko.
Kariernya di jaringan narkotika dimulai dari level bawah, lalu menanjak setelah bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata.
Dari situ, ia membangun jaringan sendiri yang kemudian menjelma menjadi CJNG.
Berbeda dengan kartel lama yang cenderung tertutup, CJNG di bawah El Mencho dikenal menggunakan pendekatan militeristik.
Kelompok ini merekrut mantan aparat, memiliki persenjataan berat, serta berani berhadapan langsung dengan pasukan keamanan negara.
Dalam waktu relatif singkat, CJNG menjadi kekuatan dominan dan pesaing serius kartel-kartel besar lainnya.
Baca Juga: 5 Olahan Alpukat yang Sehat dan Lezat, Bisa Bikin Saus Ala Meksiko
Pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat memasukkan El Mencho dalam daftar buronan kelas kakap. Ia dituding mengendalikan jaringan penyelundupan narkotika berskala internasional dan berbagai aksi kekerasan terorganisir.
Namanya kerap muncul dalam laporan keamanan sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam peta kriminal Meksiko modern.
Latar belakang itulah yang membuat kematiannya memicu gejolak luas. Bagi aparat, hilangnya El Mencho berarti pukulan besar terhadap struktur komando kartel.
Namun di sisi lain, kekosongan kepemimpinan di tubuh CJNG memunculkan potensi perebutan kekuasaan internal serta aksi balasan dari jaringan yang masih loyal.
Tak lama setelah kabar tewasnya beredar, sejumlah wilayah dilaporkan mengalami aksi pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan, hingga bentrokan bersenjata.
Pemerintah mengerahkan aparat tambahan untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Adapun terkait kematiannya, El Mencho dilaporkan tewas dalam operasi keamanan di wilayah Jalisco setelah terjadi baku tembak antara aparat dan kelompok bersenjata.
Ia disebut mengalami luka serius sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa tersebut menjadi puncak dari perburuan panjang terhadap dirinya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sosok El Mencho bukan sekadar figur kriminal biasa, melainkan simbol sekaligus pusat kendali dari jaringan besar.
Ketika figur sentral itu tumbang, dampaknya tak hanya dirasakan oleh kelompoknya, tetapi juga mengguncang stabilitas keamanan satu negara.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi