Halojember — Nama Wira Arizona mendadak ramai diperbincangkan publik.
Jaksa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini menjadi sorotan setelah kasus yang ditanganinya, videografer Amsal Christy Sitepu, viral di media sosial.
Dalam perkara itu, Wira bertindak sebagai jaksa penuntut umum (JPU).
Ia menuntut Amsal, Direktur CV Promiseland, dengan pidana dua tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider kurungan, serta uang pengganti sebesar Rp 202 juta.
Baca Juga: Gila! Jaksa Anggap Ide & Editing Nol Rupiah—Pekerja Kreatif Dipaksa Kerja Cuma-Cuma?
Amsal didakwa menggelembungkan anggaran (mark up) jasa pembuatan video promosi sejumlah desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang bersumber dari dana desa.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa kasus Amsal bukan berdiri sendiri.
Ini merupakan bagian dari perkara besar terkait pengelolaan dana desa di Kabupaten Karo tahun anggaran 2020–2023, dengan estimasi total kerugian negara mencapai Rp 1,8 miliar.
Baca Juga: Rumah Dinas Jaksa di Lumajang Disatroni Maling, Ini Barang yang Hilang
Perkara tersebut terpecah menjadi beberapa berkas berdasarkan rekanan yang berbeda.
Kerugian terbesar ditaksir Rp 1,1 miliar, dengan tersangka utamanya masih berstatus DPO.
Sementara kerugian yang dituduhkan kepada Amsal sebesar Rp202 juta justru yang paling kecil di antara semua berkas perkara, sebuah fakta yang ikut memicu perdebatan publik.
Baca Juga: Kena OTT KPK, Ini Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Cukup Fantastis Capai Rp 85 Miliar
Karier Singkat, Harta Miliaran
Wira mulai berkarier sebagai jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Kabupaten Karo sejak 2023.
Setahun berselang, ia dipercaya menjabat Kepala Subseksi Penuntutan, Upaya Hukum Luar Biasa, dan Eksekusi pada Seksi Pidana Khusus.
Yang kemudian turut menarik perhatian publik adalah laporan harta kekayaannya.
Berdasarkan data LHKPN KPK per 31 Desember 2024, total kekayaan Wira tercatat sebesar Rp 2,016 miliar.
Rinciannya sebagai berikut:
Tanah dan Bangunan: Rp 1,182 miliar
- Termasuk tanah dan bangunan seluas 40,7 m² di Kabupaten Tapanuli Selatan senilai Rp 1 miliar berstatus hibah tanpa akta
- Tanah seluas 4.841,5 m² di Kabupaten Batu Bara senilai Rp182 juta yang baru dilaporkan).
- Alat Transportasi dan Mesin: Rp 590 juta berupa mobil Pajero Dakar tahun 2022, berstatus hibah tanpa akta.
- Harta Bergerak Lainnya: Rp 150 juta
- Kas dan Setara Kas: Rp94 juta
Yang mencolok, kekayaan Wira meningkat signifikan dalam waktu singkat.
Pada laporan pertamanya di Maret 2023, total kekayaannya tercatat Rp 1,365 miliar.
Setahun kemudian naik menjadi Rp 1,4 miliar, dan kini melonjak ke angka Rp 2,016 miliar.*
Editor : Sidkin