Halojember — Nama Danke Boru Rajagukguk mendadak menjadi perbincangan publik setelah kasus videografer Amsal Christy Sitepu viral di media sosial.
Ia adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Sumatera Utara, yang menangani perkara dugaan korupsi proyek video profil desa yang menjerat Amsal.
Kini posisinya kian tak nyaman. Danke dikabarkan dipanggil Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bersama Kepala Seksi Pidana Khusus Renhard Harve Sembiring.
Di Senayan, Komisi III DPR RI pun berencana memanggil Kejari Karo beserta jajarannya untuk meminta klarifikasi atas polemik penanganan perkara tersebut.
Pangkal persoalannya adalah vonis bebas yang dijatuhkan hakim kepada Amsal Sitepu.
Pemilik CV Promiseland itu sebelumnya didakwa markup anggaran dalam proyek video profil desa di Kabupaten Karo, tuduhan yang pada akhirnya tak terbukti di pengadilan.
Vonis bebas itu disambut lega oleh kalangan pekerja kreatif, sekaligus memantik pertanyaan besar soal kelayakan perkara ini sejak awal dibawa ke meja hijau.
Perempuan Pertama di Kursi Kajari Karo
Di balik kontroversi itu, Danke sebenarnya menyimpan catatan karier yang tak biasa.
Ia tercatat sebagai perempuan pertama yang menjabat Kajari Karo, pencapaian bersejarah di lingkungan Adhyaksa wilayah tersebut.
Alumni Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen Medan ini memulai karier setelah lolos CPNS 2007, lalu menempuh pendidikan jaksa dua tahun berselang.
Perjalanannya panjang dan berwarna. Dari Kejari Simalungun, Pematangsiantar, Subang, Gedung Bundar JAM Pidsus Kejagung, hingga Kejati Kalimantan Barat di Pontianak.
Danke resmi dilantik Kajati Sumut Harli Siregar pada 5 November 2025, menggantikan Darwis Burhansyah yang kini bertugas di Kejari Tanjung Perak, Jawa Timur.
Kasus Amsal Sitepu masih terus bergulir. Dan nama Danke Rajagukguk tampaknya belum akan lepas dari sorotan dalam waktu dekat.
Editor : Sidkin