JEMBER, Halojember - Aksi perusakan kios pedagang terjadi di Dusun Krajan, Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, pada Rabu dini hari (22/4) sekitar pukul 01.00 WIB.
Insiden tersebut langsung memicu kepanikan warga karena terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan banyak orang.
Rekaman video amatir kejadian itu pun dengan cepat menyebar di media sosial dan menjadi perbincangan warganet.
Dalam video yang beredar, tampak sekelompok orang datang bergerombol lalu melakukan aksi perusakan di lokasi.
Baca Juga: Dari Tren ke Tantangan: Nasib Lapak Thrift di Jember Dalam Bayang-Bayang Regulasi
Aksi tersebut dinilai meresahkan karena dilakukan secara terbuka dan diduga menyerupai kelompok gangster yang sengaja mencari keributan.
Salah satu korban, Maulana Ishak, mengatakan saat kejadian dirinya bersama teman-temannya tengah bersiap menutup lapak dagangan.
Namun, situasi berubah ketika rombongan dari arah barat tiba-tiba datang dan langsung melakukan penyerangan.
“Kami tidak sempat melawan, langsung menyelamatkan diri,” ujarnya saat ditemui di Polres Jember, Kamis (24/4).
Baca Juga: Kades di Balung Diperiksa Inspektorat Pemkab Jember, Diduga Halangi Laporan Korban Kekerasan Seksual
Ia memperkirakan jumlah pelaku mencapai belasan orang dengan sebagian membawa senjata tajam dan petasan.
“Mereka datang seperti sudah terkoordinasi,” imbuhnya.
Beruntung tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut karena para pemuda setempat berhasil menghindar dan berlindung di rumah warga.
Meski demikian, sejumlah kios mengalami kerusakan cukup parah akibat aksi brutal tersebut.
Baca Juga: Polisi Jadi Suporter Sepak Bola? Polres Jember Bakal Bentuk South Sector Police untuk Persid
Pemilik kios, Yundari, mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah dibangunkan anaknya sekitar pukul 02.00 WIB.
Ia mendapati bagian depan dan sisi timur kiosnya sudah dalam kondisi rusak parah akibat tendangan.
“Saya kaget, langsung lihat kondisi kios sudah jebol,” katanya.
Yundari mengaku tidak mengenali para pelaku, namun mendapat informasi bahwa mereka datang dalam jumlah banyak dan bergerombol.
Baca Juga: 9 Hari Buron, Pelaku Kekerasan Seksual di Balung Jember Akhirnya Dibekuk Polres Jember
Peristiwa itu membuatnya merasa khawatir terhadap keamanan lingkungan sekitar.
Perangkat Desa Tisnogambar, Ahmad Rafii, menyebut kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, gangguan keamanan dilaporkan sudah terjadi hingga empat kali.
Menurutnya, saat Ramadan lalu juga terjadi perusakan kendaraan warga di lokasi yang tidak jauh dari kejadian terbaru. “Kejadiannya masih di sekitar Dusun Krajan ini,” jelasnya.
Karena dinilai semakin meresahkan, korban bersama perangkat desa akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jember pada Kamis (23/4).
Mereka berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas pelaku dan meningkatkan pengamanan di wilayah tersebut.
KBO Satreskrim Polres Jember, Iptu Dwi Sugiyanto, membenarkan laporan tersebut dan menyebut pihaknya telah melakukan pengecekan awal di lokasi.
Saat ini, polisi masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban dan kerugian yang ditimbulkan.
“Proses penyelidikan dilakukan dengan memeriksa saksi, mendalami lokasi kejadian, serta mengumpulkan barang bukti guna mengungkap pelaku,” pungkasnya. (dhi/kin)
Editor : Sidkin