Viral Siswi SD Berkelahi di Jember, Diduga Dipicu Cemburu Gegara Follow TikTok

Sidkin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15:23 WIB
Ilustrasi perkelahian siswi SD di Tanggul Jember. (Sidkin/AI)
Ilustrasi perkelahian siswi SD di Tanggul Jember. (Sidkin/AI)

 

JEMBER, Halojember - Video perkelahian yang melibatkan sejumlah siswi sekolah dasar di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, viral di media sosial. 

Di balik rekaman yang viral tersebut, polisi menemukan persoalan yang bermula dari interaksi di TikTok dan berkembang menjadi kecemburuan hingga berujung kekerasan.

Peristiwa itu melibatkan tiga siswi, dengan satu korban dan dua siswi yang diduga sebagai pelaku.

Kanitreskrim Polsek Tanggul Aipda Aditya Prahara P. Utama mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di area depan sebuah sekolah dasar di Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul.

Baca Juga: Bukan Spontan, Video Perkelahian Siswi SD di Tanggul Direkam atas Permintaan Pelaku

Saat itu, para siswa tengah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Kejadian berlangsung cepat sehingga tidak sempat terpantau langsung oleh guru.

“Ke­jadiannya di jam akhir sekolah saat jam ekstrakurikuler Pramuka. Terjadi di area depan sekolah sehingga tidak termonitor guru yang saat itu sedang menyelesaikan pekerjaan administrasi. Guru sempat mengira anak-anak hanya sedang bercanda karena kejadian begitu cepat,” kata Aditya, Sabtu (8/8/2026).

Korban diketahui berinisial A, siswi SD berusia 10 tahun. Ia diduga dipukul dan ditendang oleh dua siswi dari sekolah berbeda, salah satunya berinisial V berusia sekitar 12 tahun.

Polisi menyebut, persoalan tersebut diduga bermula dari aktivitas saling mengikuti akun TikTok.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Ajak Pelajar Rayakan Kelulusan dengan Sedekah Seragam, Mengapa?

Situasi kemudian memanas setelah muncul rasa cemburu karena korban dituding mengikuti akun TikTok seorang siswa berinisial H yang disebut sebagai pacar salah satu pelaku.

Persoalan itu berlanjut melalui percakapan langsung atau direct message (DM). Ketegangan kemudian berujung pada tantangan untuk bertemu di sekitar sekolah hingga terjadi perkelahian.

Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran rekaman ke media sosial.

Secara fisik, polisi menyebut korban tidak mengalami luka lebam berat. Namun, kondisi psikologis korban menjadi perhatian karena kekerasan tersebut terjadi pada anak usia sekolah dasar.

Hingga Sabtu (8/8/2026), Polsek Tanggul belum menerima laporan resmi dari keluarga korban. Meski demikian, keluarga disebut berencana membawa perkara tersebut ke Unit PPA Polres Jember.

Baca Juga: Stop Bullying! Kenali Jenis dan Pentingnya Pencegahan di Sekolah

Pascakejadian, upaya penyelesaian secara persuasif telah dilakukan dengan melibatkan Polsek Tanggul, Koramil, pemerintah desa, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Jember.

Namun, mediasi yang direncanakan di sekolah itu belum terlaksana karena adanya kesalahpahaman dengan keluarga korban.

“Langkah mediasi dari Polsek, Koramil, pihak desa, dan Dinas Pendidikan sempat diupayakan. Namun karena ada sedikit miskomunikasi dengan keluarga korban, proses mediasi dipending sementara menunggu situasi kondusif,” tandas Aditya. (kin)

Editor : Sidkin
perkelahian pelajar jember tiktok tanggul