Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Awal Mula Polemik ‘Faisal Tirta dan Faisal Iraq’ yang Memicu Trending ‘El Klarifikasi’ di Twitter

Halo Jember • Jumat, 9 Agustus 2024 | 01:44 WIB

 

Kontroversi dr. Tirta, ETI, dan @IraqFootbalPod. (Sumber foto: Kolase X/@epprzx)
Kontroversi dr. Tirta, ETI, dan @IraqFootbalPod. (Sumber foto: Kolase X/@epprzx)

HALOJEMBER.COM - Beberapa bulan terakhir, media sosial ramai dengan candaan yang melibatkan nama "Faisal", yang dipopulerkan oleh akun @idextratime (ETI).

Candaan ini awalnya hanya sebatas lelucon biasa, namun seiring waktu, candaan ini berkembang menjadi topik yang lebih serius dan memicu polemik di kalangan pengguna media sosial terutama di platform X.

Candaan tentang "Faisal" ini awalnya hanya melibatkan dua tokoh, yakni Faisal Tirta (Dokter Tirta) dan Faisal Iraq (julukan admin @IraqFootballPod).

Namun, seiring waktu, topik ini melebar menjadi sebuah skenario imajiner tentang pertarungan tinju antara dr. Tirta (@tirta_cipeng) dan Faisal Iraq (@IraqFootballPod).

ETI secara berkala mengangkat kembali topik ini, yang kemudian ramai dibicarakan oleh netizen.

Situasi semakin memanas ketika Faisal Iraq mengirim pesan langsung (DM) kepada dr. Tirta, mengajaknya untuk benar-benar bertarung tinju.

Dr. Tirta, yang merasa terganggu dengan candaan ini, akhirnya harus mengklarifikasi bahwa ia bukanlah seorang petinju dan tidak terlibat dalam pengelolaan akun ETI.

Sebelumnya, dr Tirta pernah dituduh sebagai salah satu admin @idextratime setelah ia merepost unggahan akun ETI pada 19 November 2023 tentang kasus pasien TB yang berhanti menjalani pengobatan setelah tidak ada keluhan.

Kemudian pada 6 Agustus, Dokter Tirta atau dr. Tirta Mandira Hudhi akhirnya berbicara secara terbuka mengenai masalah ini karena merasa kehidupannya sudah terganggu.

Menurut dr. Tirta, ETI enggan untuk bertemu dengan dirinya dan Faisal Iraq secara langsung untuk menyelesaikan masalah ini.

Dr. Tirta merasa bahwa ETI menggunakan topik ini untuk kepentingan engagement di media sosial, tanpa menyadari dampak negatif yang ditimbulkan terhadap orang lain.

Akhirnya, ETI pun meminta maaf atas ketidaknyamanan yang telah terjadi, dan berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa bercanda boleh saja, tapi jangan sampai berlebiha.

Dalam klarifikasinya, ETI menjelaskan bahwa candaan "Faisal" ini sebenarnya berawal dari salah satu admin mereka.

Namun, karena admin tersebut semakin sibuk di dunia nyata, ia jadi jarang menanggapi topik ini lagi.

ETI juga mengaku sudah menyadari bahwa candaan tersebut bisa mengganggu dr. Tirta, sehingga mereka memutuskan untuk menghentikannya sejak bulan April.

ETI juga menyampaikan bahwa Faisal Iraq sempat mengirim DM pada bulan Juli, meminta bantuan untuk dihubungkan dengan dr. Tirta saat ia berencana datang ke Indonesia.

Namun, ETI tidak berani melakukannya karena khawatir mengganggu. Mereka pun sudah menyarankan Faisal Iraq untuk tidak membahas topik ini lagi karena dampak negatifnya terhadap dr. Tirta.

Dalam cuitannya, dr. Tirta juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap ETI yang terkesan lepas tangan setelah melempar candaan yang kemudian berkembang menjadi isu serius.

Dr. Tirta juga menyatakan bahwa pada awalnya ia terbuka untuk bertemu dan berdiskusi secara baik-baik, namun setelah terus-menerus disebut dalam candaan ini, ia merasa terganggu dan tidak lagi tertarik untuk bertemu jika hanya dilakukan secara sepihak.

Dr. Tirta menegaskan bahwa jika memang Faisal Iraq ingin bertemu, maka ETI yang memulai isu ini juga harus hadir. Hal ini dianggapnya sebagai cara yang adil untuk menyelesaikan masalah.

Meski ETI sudah berkomitmen untuk tidak lagi membesar-besarkan topik ini, dr. Tirta menyatakan akan mencari waktu yang tepat untuk bertemu dengan Faisal Iraq jika ETI juga hadir.

Polemik ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bercanda di media sosial, jika tidak dibatasi, bisa berakhir dengan dampak yang tidak menyenangkan bagi pihak lain.

 

 

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

 

 

 

 

 

 

Editor : Halo Jember
#twitter #dr Tirta