HALOJEMBER.COM – Media sosial dibanjiri trending topik tentang Erina Gudono, menantu Presden RI Joko Widodo yang tengah berada di California,Amerika Serikat.
Erina Gudono kembali menjadi sorotan publik, terutama terkait perjalanannya ke Amerika Serikat (AS) bersama suaminya, Kaesang Pangarep di tengah ricuh soal DPR RI yang diduga menganulir keputusan MK soal Undang-Undang Pilkada.
Pasangan ini berangkat ke AS dengan tujuan mempersiapkan studi magister Erina di University of Pennsylvania, Philadelphia. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Philadelphia, mereka juga menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu di California.
Melalui Instagram Story-nya, Erina membagikan berbagai momen kebersamaan mereka di California. Salah satu unggahan Erina menjelaskan alasan di balik perjalanan ini.
"The only solid reason I have the strength to do master study while in 3rd semester pregnant, working on aboard social project, and also babymoon without any hassle --> full support from my husband," tulis Erina, disertai dengan foto dirinya bersama Kaesang.
Unggahan tersebut mengungkapkan bahwa babymoon merupakan salah satu agenda yang mereka lakukan selama berada di AS.
Apa itu Babymoon?
Babymoon pada dasarnya adalah waktu liburan yang dihabiskan pasangan sebelum kelahiran anak, mirip dengan konsep honeymoon. Seperti yang dilakukan Erina dan Kaesang di California, babymoon menjadi momen untuk menikmati kebersamaan dalam masa kehamilan.
Babymoon adalah waktu bagi pasangan untuk menikmati momen berkualitas bersama sebelum si kecil lahir. Tren babymoon semakin populer di kalangan pasangan muda, karena setelah kelahiran anak, momen-momen berdua sering kali sulit ditemukan.
Banyak pasangan merencanakan babymoon sebelum kelahiran anak pertama. Mereka memanfaatkan waktu untuk bersantai dan menikmati kebersamaan sebelum tanggung jawab sebagai orang tua dimulai.
Tidak ada aturan pasti kapan waktu terbaik untuk melakukan babymoon. Namun, kebanyakan wanita memilih trimester kedua kehamilan sebagai waktu yang ideal. Pada trimester pertama, morning sickness sering kali menjadi penghalang, sementara pada trimester ketiga, tubuh mulai merasa lebih lelah dan risiko persalinan prematur meningkat.
Meskipun demikian, babymoon tidak harus selalu dilakukan dengan perjalanan jauh. Babymoon bisa juga dinikmati di rumah, asalkan tujuan utamanya tetap tercapai, yaitu menikmati waktu romantis dan berkualitas bersama pasangan sebelum kelahiran anak.
Perlukah Babymoon dilakukan?
Seperti ide awalnya, babymoon memiliki sejumlah manfaat, antara lain mempererat hubungan dengan pasangan, memberikan kesempatan bagi ibu hamil untuk bersantai, serta menjadi waktu istirahat sebelum persalinan.
Namun, ada sebagian orang yang berpendapat bahwa babymoon tidaklah perlu dilakukan karena berbagai alasan.
Menurut Huffington Post, daripada melakukan babymoon, momen bersama pasangan bisa lebih menyenangkan dan intim jika dilakukan di rumah, daripada harus bepergian ke luar negeri.
Tanggapan negatif terhadap tren babymoon juga muncul di forum diskusi online seperti di What to Expect. Beberapa ibu berbagi pengalaman bahwa saat melakukan babymoon, mereka justru berakhir di rumah sakit akibat kontraksi pada usia kehamilan 32 minggu.
Perlu diketahui bahwa ibu hamil pada trimester kedua atau ketiga biasanya sudah mulai merasakan kontraksi palsu. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum merencanakan babymoon.
Beberapa ibu lainnya juga menyatakan bahwa babymoon terasa tidak diperlukan karena kehamilan membatasi kemampuan mereka untuk melakukan perjalanan atau aktivitas tertentu, yang pada akhirnya dapat mengurangi kenikmatan liburan.
Faktor keuangan juga menjadi pertimbangan dalam forum diskusi tersebut, apakah babymoon layak untuk dilakukan atau tidak.
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Halo Jember