Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Hampir Diboikot, Film A Business Proposal Baru Tayang Sehari Jumlah Penonton Hanya 6000

Halo Jember • Sabtu, 8 Februari 2025 | 01:50 WIB
Surat terbuka dari Falcon Picture rumah produksi film a Business Proposal meminta maaf karena sebelum tayang perdana (Instagram)
Surat terbuka dari Falcon Picture rumah produksi film a Business Proposal meminta maaf karena sebelum tayang perdana (Instagram)

HALOJEMBER - Akhir-akhir ini ramai di sosial media mengenai tuaian kritik kepada para pemain film A Business Proposal yang diadaptasi dari drama Korea dengan judul yang sama.

Film remake ini telah tayang di seluruh bioskop indonesia tanggal 6 Februari 2025.

Baca Juga: Identitas Baru New Jeans Ganti Nama Baru NJZ, Langsung Agendakan Acara di Hongkong

Diperankan aktor yang cukup terkenal seperti Abidzar Al-Ghifari, Ariel Tatum, Caitlin Halderman, dan Ardhito Pramono. Tentu film ini sangat ditunggu-tunggu penonton.

Akan tetapi, sejak trailer A Business Proposal muncul berbagai komentar yang mengarah pada konotasi negatif.

Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper
Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper

Cukup banyak komentar yang akhirnya mengarah pada jumlah penonton film tersebut.

Menurut akun Cinepoint di X, film A Business Proposal tayang di bioskop dengan jumlah jadwal sebanyak 1.270 sejak rilis perdana.

Baca Juga: G-Dragon Tuai Kritikan dari Penggemar Gara-gara Bagikan Poster World Tour

Namun, tiket yang terjual hanya 6.900 dengan kapasitas bioskop yang kurang dari empat persen.

Jumlah penonton yang sedikit ini dicurigai akibat dari pernyataan blunder salah satu aktor, Abidzar Al-Ghifari yang membuat fans dari versi drama korea film ini tersinggung.

Baca Juga: Jhope BTS Bakal Comeback dan Lakukan Solo Tour Tahun 2025, Berikut Informasi Konser Solo Perdana di Jakarta

Fans dari webtoon juga tersinggung dengan pernyataan Abidzar, hingga kedua fans ini menyerukan aksi cancel culture, karena pernyataannya di sebuah podcast dan ketika promosi. 

Awalnya, ketika trailer film A Business Proposal muncul di media sosial, beberapa netizen ada yang tidak setuju dengan pemainnya, Mereka dianggap kurang sesuai secara visualnya.

Namun, masih ada penggemar lain yang membela hal tersebut. Kontroversial mulai memuncak ketika para pemain film A Business Proposal melakukan promosi film.

Saat melakukan wawancara di depan para wartawan. Abidzar membuat pernyataan bahwa dirinya tidak membaca webtoon, bahkan tidak menonton drama korea. 

Abidzar juga menambahkan dirinya ingin menciptakan karakternya sendiri. Hal tersebut mengundang komentar netizen tentang dia, bahkan tentang film tersebut.

Tak hanya itu, Abidzar mengaku bahwa dirinya merasa terbebani harus berhadapan dengan para fans drama korea dan webtoon A Business Proposal, menurutnya mereka fanatik.

Abidzar semakin memancing amarah netizen indonesia ketika dia menyatakan bahwa bagi mereka yang tidak ingin menonton, maka jangan menonton film adaptasi ini karena masih ada orang lain yang akan menonton.

Akhirnya, respon dari netizen terhadap film itu negatif. Netizen dan fans mengajak orang lain di sosial media untuk menerapkan cancel culture. 

Cancel culture adalah budaya memboikot atau menolak seseorang yang dianggap melakukan kesalahan.

Banyaknya komentar negatif yang diterima di akun pemain film A Business Proposal, dan ramainya di berbagai media sosial, akhirnya Abidzar mengunggah permintaan maaf di akun Instagram miliknya.

Ditambah, Falcon Pictures selaku rumah produksi film A Business Proposal melakukan permintaan maaf karena kontroversi tersebut. 

Akibat ini, kontroversial ini nasib film A Business Proposal kini terpaksa harus sepi penonton, karena dampak dari pernyataan sebelumnya dari Abidzar. 

 

Editor : Halo Jember
#film A Bussines Proposal #boikot #kontroversi