HALOJEMBER - Aktris dan politikus terkenal Desy Ratnasari baru-baru ini mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya setelah menjadi janda.
Ia mengatakan bahwa masyarakat sering menstigmanya, bahkan sering dicap sebagai penggoda. Dalam satu kesempatan, Desy mengatakan bahwa situasi ini membuatnya tertekan dan tidak nyaman.
Menjalani hidup dengan label negatif tidak mudah. Dalam wawancara, Desy mengatakan, "Saya ingin publik melihat saya sebagai individu yang utuh, bukan hanya berdasarkan status pernikahan saya."
Baca Juga: Mitos Wanita dengan Rambut Kundhup Melati. Benarkah Tanda Akan Jadi Janda Muda?
Desy memutuskan untuk meminta nasihat kepada seorang pendeta untuk mencari ketenangan hati dan solusi atas masalahnya.
Ia berharap dapat menemukan sudut pandang baru dan kekuatan untuk mengatasi perspektif yang menyimpang dari sebagian masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Desy berbicara tentang cara menghindari fitnah dan membangun citra yang positif di tengah situasi yang sulit.
PBaca Juga: Mengenal Sejarah dan Filosofi Kebaya, Pakaian Khas Perempuan Indonesia
Desy mengatakan, "Saya belajar bahwa penting untuk fokus pada diri sendiri dan tidak terlalu memikirkan pendapat orang lain. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani hidup sesuai dengan prinsip dan keyakinan kita."
Baca Juga: Tetap Produktif dan Berkah, Intip Tips Berburu Pahala Amalan Wanita Haid Saat Ramadan
Di Indonesia, status janda sering dianggap negatif. Perempuan dengan posisi ini sering dianggap lemah dan mudah tergoda.
Padahal, setelah bercerai, banyak perempuan yang menjadi mandiri dan sukses.
Desy Ratnasari berharap dengan menceritakan pengalamannya secara terbuka dapat membantu mengubah persepsi buruk.
"Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan janda juga memiliki hak untuk bahagia dan sukses." Dia menekankan bahwa kita tidak boleh membiarkan stigma negatif menghalangi kita untuk bermimpi.
Kisah Desy Ratnasari ini memberi kita pengingat betapa pentingnya menghargai setiap orang terlepas dari status pernikahannya.
Kemajuan dan kesetaraan gender di Indonesia hanya akan dihambat oleh stigma negatif terhadap perempuan janda.
Editor : Halo Jember