Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tarif Ojol Melonjak Usai Konser Blackpink di GBK, Blink Pilih Jalan Kaki: Antara Peluang Ekonomi dan Aksi ‘Ngetem’ Massal”

Dwi Siswanto • Kamis, 6 November 2025 | 22:43 WIB
Photo
Photo

Halo Jember - Euforia konser Blackpink di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, yang digelar pada Sabtu (1/11) dan Minggu (2/11), diwarnai dengan fenomena menarik di luar arena pertunjukan.

Ribuan penonton yang baru saja menyaksikan aksi panggung Jennie, Lisa, Jisoo, dan Rose disambut oleh situasi yang tak kalah heboh di jalanan: tarif ojek online (ojol) yang melonjak tajam hingga mencapai Rp100.000–Rp200.000, meski jarak tempuh tujuan mereka tergolong tidak terlalu jauh.

Pantauan di sekitar area GBK memperlihatkan banyak pengemudi ojol yang memilih mematikan aplikasi pemesanan dan menawarkan tarif secara langsung kepada calon penumpang.

Dengan jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang, permintaan transportasi melonjak tajam setelah konser berakhir sekitar pukul 21:20 WIB.

Para pengemudi memanfaatkan momentum tersebut untuk menaikkan harga, dengan alasan kondisi padat, sulitnya akses keluar-masuk area, serta tingginya permintaan dalam waktu bersamaan.

Akibatnya, banyak penonton yang dikenal sebagai Blink akhirnya memilih berjalan kaki menuju tempat tinggal atau titik penjemputan yang lebih jauh. Meski kelelahan setelah konser berdurasi hampir tiga jam, sebagian besar dari mereka rela menempuh jarak hingga beberapa meter untuk menghindari tarif ojol yang dinilai tak wajar.

Fenomena ini memunculkan perdebatan di media sosial, khususnya di platform X (Twitter). Akun dengan nama pengguna @noturslutttt menuliskan, “Konser 3 juta ke atas nggak ngeluh, biaya ojol 100-200k ngeluh.

Kadang nggak fair aja ojol dapat tarif murah kalau keadaan lagi begini.” Cuitan tersebut mendapat beragam tanggapan, sebagian mendukung pandangannya bahwa pengemudi ojol juga berhak memperoleh keuntungan lebih saat permintaan meningkat.

Namun, tak sedikit yang berpandangan sebaliknya. Akun X lain dengan nama @slsaajiiikyuwoo menuliskan, “Mental ngemisnya ngemis banget wkwkwk. Duit-duit kita buat beli tiket berjuta-juta ngapa jadi terkesan harus ngasih beratus-ratus ribu ke ojol, padahal tarif normalnya cuma 30 ribuan.

Nggak semua orang nonton konser itu langsung bayar 5 juta, ada yang nabung dulu.”
Cuitan tersebut mencerminkan kekecewaan sebagian besar penonton yang merasa tarif ojol naik di luar batas kewajaran.

Mereka menilai fenomena ini sebagai bentuk “pemaksaan harga” yang merugikan konsumen, terlebih dalam situasi padat dan melelahkan usai konser besar.
Di sisi lain, para pengemudi ojol menganggap langkah mereka sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi lapangan.

“Kalau lewat aplikasi malah nggak dapat penumpang, sinyal susah, jalanan macet banget. Jadi ya tawar langsung aja. Semua orang juga berebut,” ujar salah satu pengemudi ojol .

Baca Juga: Ojol Indonesia Tak Sendiri, Solidaritas ASEAN Hadir dalam Pemesanan Makanan


Fenomena ini menegaskan realitas ekonomi jalanan yang tak bisa dihindari. Ketika ribuan orang keluar bersamaan dari satu titik, hukum permintaan dan penawaran berjalan secara ekstrem. Penonton merasa dirugikan, sementara pengemudi melihatnya sebagai peluang untuk mengimbangi waktu tunggu dan kesulitan operasional di lapangan.

Akhirnya, malam yang seharusnya berakhir dengan kenangan manis bagi ribuan Blink berubah menjadi pengalaman pahit di luar stadion.

Di balik gemerlap panggung internasional Blackpink, kisah di jalanan Jakarta setelah konser memperlihatkan dinamika sosial dan ekonomi yang kontras: antara euforia hiburan dan realitas keras kehidupan perkotaan.

Baca Juga: Brave Pink dan Hero Green Jadi Simbol Baru Perlawanan
Bagi para penonton, ini adalah pelajaran mahal setelah malam spektakuler. Namun bagi pengemudi ojol, inilah saat langka untuk menyeimbangkan pundi-pundi mereka sebuah gambaran nyata bahwa di balik sorotan lampu panggung, denyut ekonomi rakyat kecil tetap berjalan dengan caranya sendiri.


Penulis: Agil Prasetyo

 

 
Editor : Dwi Siswanto
#konser #tarif ojol #gbk #konser blackpink #blackpink