Kampanye Fashion Ralph Laurent Terseret Kontroversi Gal Gadot

Viona Rj • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:31 WIB
Gal Gadot tampil glamor di sampul modern luxury edisi September 2026 (Instagram/ @Gal Gadot)
Gal Gadot tampil glamor di sampul modern luxury edisi September 2026 (Instagram/ @Gal Gadot)

 
HALOJEMBER – Kampanye Fashion terbaru Ralph Lauren mendadak berubah menjadi perbincangan politik di media sosial. 

Keputusan rumah mode asal Amerika Serikat menggandeng aktris Gal Gadot sebagai wajah kampanye membuat sejumlah warganet menyerukan boikot terhadap merek tersebut.

Kontroversi bermula setelah Ralph Lauren mengunggah foto Gal Gadot mengenakan koleksi fall 2026 melalui instagram resminya. 

Gadot  tampil di sampul majalah Modern Luxury edisi September 2026, dalam unggahannya, Gadot terlihat mengenakan sejumlah busana bernuansa glamor yang menonjolkan kesan khas rumah mode tersebut. 

Alih-alih mendapat respons mengenai koleksi fashion yang dikenakan, unggahan tersebut justru dipenuhi komentar yang menyinggung latar belakang dan pandangan politik Gadot terkait konflik Israel - Palestina.  

Salah satu pengguna X dengan akun Colleen Whittemore menyerukan boikot terhadap Ralph Lauren. 

“Boikot Ralph Lauren!! Mengenakan merek mereka seolah-olah menunjukkan rasisme dan pembersihan etnis terhadap warga Palestina, Lebanon, dan Yaman. Bebaskan dunia dari Zionisme yang penuh kebencian,” tulisnya dalam laman komentar.

Komentar serupa juga datang dari akun The Holler Boycott. Akun tersebut menyerukan agar publik memboikot Ralph Lauren dan menuduh perusahaan tersebut sebagai pihak yang mendukung genosida. 

“Boikot Ralph Lauren, pendukung genosida. Biarkan mereka menanggung konsekuensi dari pilihan buruk mereka,” tulis akun tersebut.

Seperti yang diketahui, Gadot merupakan warga Israel dan pernah menjalani wajib militer di Israel Defense Force (IDF). Ia bahkan secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap israel, terutama setelah serangan 7 Oktober 2023. 

“Saya berdiri bersama Israel, kalian juga seharusnya begitu.”  serunya saat itu. 

Sikap Gadot tersebut kemudian dianggap bahwa keterlibatannya dalam kampanye Ralph Lauren bukan hanya urusan fashion. Warganet akhirnya menyerukan kritik hingga boikot terhadap Ralph Lauren, mereka bahkan mengaku tidak ingin lagi membeli produknya sebagai bentuk protes brand tersebut melibatkan Gadot sebagai bagian kampanye.

Kontroversi tersebut menunjukkan keputusan sebuah brand dalam memilih figur publik dapat membawa konsekuensi yang luas. Pilihan sebuah merek terhadap figur publik juga dapat ikut menentukan bagaimana konsumen memandang dan merespons brand tersebut. 

Penulis: Selly Azizatul Imania 

Editor : Viona Rj
RALPH LAURENT gal gadot fashion