Dari Hujatan hingga Pembelaan, Begini Perang Narasi di X soal Maudy Ayunda

Viona Rj • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:42 WIB
Maudy Ayunda menyampaikan pesan tentang mindfulness dan membatasi paparan berita buruk dalam video yang menuai beragam respons dari warganet. (YouTube/Maudy Ayunda)
Maudy Ayunda menyampaikan pesan tentang mindfulness dan membatasi paparan berita buruk dalam video yang menuai beragam respons dari warganet. (YouTube/Maudy Ayunda)

 

HALO JEMBER – Polemik yang melibatkan Maudy Ayunda di media sosial X tak lagi sebatas perdebatan mengenai konten mindfulness. 

Setelah pernyataannya mengenai cara menjaga kesehatan mental dengan mengambil jarak dari berita buruk menuai kritik, percakapan di ruang digital berkembang menjadi saling serang antara pihak yang mengkritik dan mereka yang membela Maudy.

Kritik terhadap Maudy sebelumnya muncul karena pernyataannya dinilai tidak lepas dari persoalan privilege

Kemampuan untuk membatasi paparan terhadap berita buruk dianggap tidak selalu bisa dilakukan oleh semua orang, mengingat tidak semua orang memiliki kondisi yang memungkinkan untuk mengabaikan pemberitaan mengenai persoalan sosial yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

Di tengah kritik tersebut, muncul pula sejumlah unggahan yang membela Maudy.

Namun, salah satu bentuk pembelaan yang beredar justru membawa persoalan penampilan fisik.

Sebuah unggahan menampilkan foto Maudy dengan narasi yang membandingkan kecantikan Maudy dengan orang-orang yang dianggap “jelek” karena mengkritiknya. 

“Bayangin orang secakep ini dicancel sama orang-orang jelek,” tulis salah satu akun di media sosial, kemudian postingan tersebut diunggah ulang oleh salah satu akun di platform X (15/09/2026).

Unggahan tersebut kemudian mendapat respons dari pengguna lain yang menegaskan bahwa persoalan yang sedang dibicarakan bukan mengenai fisik.

Perdebatan tersebut memperlihatkan bagaimana polemik Maudy di X mulai bergeser. 

Kritik yang semula ditujukan terhadap gagasan dan cara penyampaian pesan, kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai penampilan.

Padahal, persoalan awal yang diperdebatkan bukanlah apakah Maudy cantik atau tidak. 

Yang menjadi perhatian warganet adalah konteks pernyataannya mengenai mindfulness, konsumsi berita, kesehatan mental, serta konsep privilege.

Fenomena ini memperlihatkan salah satu karakter perdebatan di media sosial.

Ketika sebuah isu melibatkan figur publik, diskusi mengenai substansi dapat dengan cepat bercampur dengan pembelaan personal, bahkan komentar mengenai penampilan.

Di sisi lain, Maudy sendiri telah memberikan respons terhadap kritik yang muncul, Ia mengakui adanya perspektif mengenai privilege yang luput dalam penyampaian pesannya dan menyampaikan permintaan maaf.

Polemik ini pada akhirnya memperlihatkan bagaimana substansi sebuah perdebatan dapat tersisih ketika percakapan di media sosial bergeser menjadi serangan personal. 

Dari yang semula membahas mindfulness dan privilege, diskusi kemudian ikut menyeret penampilan fisik.


 

Penulis: Maghda Fairuzzahra

Editor : Viona Rj
maudy ayunda x viral