HALOJEMBER – Resident Evil kembali ke layar lebar dengan formula baru. Reboot garapan Zach Cregger ini seketika jadi perbincangan hangat usai mendapat sambutan besar dari sejumlah kritikus.
Film ini sempat mencatat 96 persen ulasan positif dengan penilaian reboot tersebut sebagai salah satu adaptasi video game yang paling berhasil. Dalam rangkuman ulasan perdananya, Resident Evil disebut cepat, menghibur, bahkan mengejutkan karena humornya.
Salah satunya, Matt Goldberg di Decoding Everything, menyebut “Resident Evil karya Cregger adalah salah satu film yang diadaptasi dari gim terbaik yang pernah dibuat.” dilansir dari suatu media, Rabu (16/9/2026).
Sementara, Owen Gleiberman di Variety menilai film ini berbeda sekaligus jauh lebih baik dibanding film-film Resident Evil Sebelumnya.
Pujian tersebut bukanlah tanpa alasan. Cregger, yang sebelumnya menyutradarai Barbarian dan Weapons berhasil membawa waralaba ke arah yang berbeda.
Film ini tidak lagi mengandalkan zombie, tetapi berbagai monster aneh dan liar yang sulit ditebak menjadi bagian paling penting dari sepanjang teror film.
Perubahan juga terasa dari tokoh utamanya. Kali ini, bukan Leon Kennedy atau Jill Valentine yang menjadi pusat cerita.
Bryan, seorang kurir medis yang diperankan Austin Abrams, justru harus bertahan hidup setelah tugas pengantaran membawanya ke tengah wabah biologis di Raccoon City.
Menariknya, teror dalam Resident Evil terbaru ini tidak selalu dibangun dengan suasana serius. Adegan gore dan kemunculan monster justru diselingi humor, yang menciptakan perpaduan antara ketegangan dan hiburan.
Sejumlah kritikus bahkan memuji sisi komedi tersebut karena dinilai tetap menyatu dengan nuansa khas Resident Evil.
Di Indonesia, Resident Evil sudah ditayangkan sejak 16 September 2026. Berdasarkan Lembaga Sensor Film (LSF), film berdurasi 94 menit ini bergenre horor-thriller dan mendapatkan klasifikasi Dewasa 17 Tahun (D17) karena mengandung unsur kekerasan.
Dengan berbagai respons yang datang dari berbagai media film, Resident Evil yang tampil dengan gaya baru semakin menjadi sorotan. Cregger dianggap mampu menerjemahkan sensasi bermain gim di layar lebar sekaligus membuat Resident Evil terasa lebih segar sebagai sebuah film.