Gelar Pameran Tunggal di Yogyakarta, Kiai Asal Kencong ini Pecahkan Rekor!

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 19:13 WIB
KREATIF: KH Maimun Thoha (kanan) saat ditemui jurnalis Jawa Pos Radar Jember di kediamannya sebelum berangkat ke lokasi pameran lukisan di Jogja Gallery.(YULIO FA/RADAR JEMBER)
KREATIF: KH Maimun Thoha (kanan) saat ditemui jurnalis Jawa Pos Radar Jember di kediamannya sebelum berangkat ke lokasi pameran lukisan di Jogja Gallery.(YULIO FA/RADAR JEMBER)

Halo Jember - Pengasuh sekaligus pendiri PP Al-Falah Kencong, KH Maimun Thoha, 63, mendapat penghargaan Original Rekor Indonesia (ORI). Penghargaan tersebut diberikan atas prestasi pemecahan rekor Pameran Tunggal Lintas Media dan Lintas Berbagai Aliran Seni Terbanyak se-Indonesia.

Penyematan penghargaan itu menjadi bagian dari pameran tunggal karya Maimun di Jogja Gallery, Yogyakarta, yang berlangsung 14 hingga 21 September. Sertifikat ORI yang diterima Kiai Maimun tercatat diterbitkan di Bandung pada 14 September 2026.

Pameran tersebut dihadiri puluhan pelukis senior Jogja. Mereka serius mengamati satu demi satu karya yang dipajang. Tak sekadar melihat, para seniman juga menikmati serta memberikan apresiasi terhadap karya Maimun yang menampilkan beragam media dan aliran seni.

Baca Juga: Kasus Karhutla di Jember Masih Menjadi Ancaman, BPBD Buka Opsi Datangkan Pesawat Water Bomber Untuk Jangkau Medan Ekstrem

Karya yang dipamerkan memang cukup beragam. Selain lukisan dengan berbagai aliran dan lukisan kaligrafi, Kiai Maimun juga menghasilkan novel, buku kesehatan, serta menciptakan lagu. Karyanya bahkan merambah seni patung dan kerajinan tangan.

Untuk karya craft, Kiai Maimun membuat sejumlah produk seperti songkok rajut, tas berbahan benang, dompet manik-manik, hingga kaligrafi strimin. "Saya memang tidak hanya melukis. Ada beberapa karya lain yang saya buat, karena seni itu bisa dikembangkan melalui berbagai media," katanya.

Baginya, berkesenian juga memiliki kaitan dengan aktivitas dakwah. Terutama melalui karya kaligrafi yang memuat pesan-pesan keagamaan. "Kalau melalui seni, terutama kaligrafi, pesan juga bisa disampaikan. Jadi seni dan dakwah itu bisa berjalan bersama," ujarnya.

Di usianya yang ke-63 tahun, Kiai Maimun masih aktif menghasilkan karya di tengah kesibukannya mengasuh pesantren. Ayah tujuh anak dan kakek empat cucu itu menyebut berkarya menjadi bagian dari aktivitas untuk terus menjaga kreativitas dan pikirannya tetap aktif.

Penghargaan ORI tersebut menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan Maimun di dunia seni. Pameran tunggal di Jogja Gallery sekaligus menunjukkan produktivitas seorang kiai asal Jember yang menghasilkan karya dari berbagai media dan aliran, hingga akhirnya mendapat pengakuan melalui rekor nasional. (dhi/dwi)

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
Kencong lukisan