HALOJEMBER- Panggung Paris Fashion Week 2026 kembali diramaikan rumah mode ternama dunia. Dior, Chanel hingga Louis Vuitton siap memperkenalkan koleksi Spring/Summer 2027. Namun, di balik kemewahan panggung tersebut, industri barang mewah justru tengah menghadapi tantangan untuk mempertahankan minat konsumen.
Paris Fashion Week 2026 berlangsung selama sembilan hari, mulai 28 September hingga 6 Oktober 2026. Berdasarkan kalender Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM), rangkaian tersebut mencakup 68 peragaan busana dan 33 presentasi.
Sejumlah nama besar seperti Dior, Saint Laurent, Chanel, Louis Vuitton, Hermès, Balenciaga, Loewe, Givenchy hingga Valentino kembali masuk dalam kalender resmi.
Gemerlap Fashion di Tengah Pasar yang Menantang
Paris Fashion Week menjadi salah satu panggung penting bagi rumah mode untuk memperkenalkan koleksi terbaru sekaligus menunjukkan arah fashion untuk musim berikutnya.
Christian Dior dijadwalkan memperkenalkan koleksinya pada 29 September 2026. Pada hari yang sama, Saint Laurent juga mendapat giliran tampil.
Sementara itu, Chanel dijadwalkan menggelar pertunjukan pada 5 Oktober, sebelum Louis Vuitton tampil pada 6 Oktober sekaligus menjadi salah satu pertunjukan yang mengisi penghujung rangkaian Paris Fashion Week.
Namun, kehadiran nama-nama besar tersebut berlangsung ketika industri barang mewah global menghadapi kondisi bisnis yang cukup menantang.
Melambat permintaan di sejumlah pasar membuat berbagai rumah mode perlu mencari cara untuk tetap mempertahankan ketertarikan konsumen, terutama dari segmen kelas atas.
Karena itu, koleksi yang diperkenalkan tidak hanya dituntut menarik dari sisi desain. Rumah mode juga perlu menjaga relevansi merek, pengalaman pelanggan hingga hubungan dengan konsumennya.
Fashion Show Mewah, Biayanya Tidak Sedikit
Tantangan lain datang dari biaya penyelenggaraan pertunjukan.
Fashion show berskala besar membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sebuah pertunjukan dari rumah mode besar bahkan dapat menghabiskan biaya hingga jutaan euro.
Di tengah kondisi pasar yang menantang, pengeluaran tersebut membuat investasi dalam sebuah peragaan harus diperhitungkan dengan matang.
Di sisi lain, rumah mode tetap dituntut berinovasi agar koleksi dan pengalaman yang ditawarkan mampu mengikuti perubahan selera konsumen.
Partner Deloitte Advisory, Federico Bazzani, menyebut pasar industri mewah saat ini semakin terpolarisasi.
“Kurang dari separuh merek mengalami pertumbuhan, sementara sisanya kehilangan pijakan,” kata Bazzani.
Menurut Bazzani, perusahaan fashion menghadapi pilihan antara terus berinvestasi pada inovasi, pengalaman pelanggan dan relevansi budaya, atau menyesuaikan strategi harga yang dapat berdampak pada margin bisnis.
Bukan Hanya Dior dan Chanel
Meski rumah mode besar menjadi perhatian, Paris Fashion Week 2026 juga memberikan ruang bagi nama dan wajah baru.
Musim ini menjadi periode penting bagi Courrèges dengan hadirnya Drew Henry sebagai direktur artistik. Sementara itu, Kai Nesselrath dipercaya sebagai direktur desain Carven.
Label asal Afrika Selatan, Maxhosa Africa, juga masuk dalam kalender resmi Paris Fashion Week.
Kehadiran nama-nama tersebut menunjukkan bahwa panggung Paris tidak hanya menjadi tempat bagi rumah mode yang sudah mapan. Ajang ini juga menjadi ruang bagi desainer dan label dengan pendekatan berbeda untuk memperkenalkan karya mereka.
Selama sembilan hari, berbagai koleksi akan diperkenalkan untuk musim Spring/Summer 2027. Warna, bahan, siluet hingga pendekatan desain yang muncul nantinya menjadi bagian dari perhatian industri dan pencinta fashion.
Bukan Sekadar Panggung Mode
Paris Fashion Week 2026 akhirnya tidak hanya menjadi ajang untuk melihat koleksi terbaru rumah mode dunia.
Di balik panggung megah Dior, Chanel, Louis Vuitton dan nama besar lainnya, terdapat tantangan untuk mempertahankan daya tarik merek di tengah perubahan permintaan dan persaingan industri barang mewah.
Paris tetap menjadi salah satu pusat fashion dunia. Namun, gelaran tahun ini juga menjadi ruang bagi rumah mode untuk menunjukkan bagaimana kreativitas dapat berjalan beriringan dengan strategi bisnis di tengah pasar yang semakin kompetitif. (MG/ERW)
Editor : Viona Rj