Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tradisi Ojhung Bondowoso, Belajar Sportivitas dan Kekeluargaan

Halo Jember • Rabu, 31 Januari 2024 | 04:08 WIB

 

FOKUS: Salah seorang pemain Ojhung ketika berupaya menyerang musuhnya dengan rotan yang telah disediakan. (Foto : Dok Radar Jember)
FOKUS: Salah seorang pemain Ojhung ketika berupaya menyerang musuhnya dengan rotan yang telah disediakan. (Foto : Dok Radar Jember)

HALOJEMBER.COM- Indonesia dikenal dengan aneka ragam budaya dan kesenian. Kebudayaan itu akan terus hidup apabila dilestarikan. Setiap daerah memiliki kebudayaan yang menjadi ciri khas suatu wilayah.

Menelusuri keragaman budaya Bondowoso ada satu tradisi unik yang masih dilestarikan hingga saat ini. Ojhung merupakan tradisi unik yang masih dilakukan di beberapa daerah termasuk Bondowoso.

Ojhung menjadi salah satu rangkaian acara bersih desa atau selamatan Desa Blimbing, Kecamatan Klabang.

Dalam ritual Ojhung ada dua pria saling berhadapan dengan telanjang dada. Mereka bertarung dengan memegang rotan yang panjangnya sekitar satu meter. Rotan ini menjadi senjata identik saat permainan Ojhung.

Sebelumnya para pemain Ojhung memilih terlebih dahulu rotan yang sudah disediakan. Lalu keduanya bersiap dengan gerakannya.

Aturan dalam permainan ini masing-masing harus menyerang dan bertahan secara bergantian. Rotan yang dipegang dijadikan alat untuk bertahan atau menyerang.

Selama bertahan, biasanya pemain meletakan rotannya di atas kepala. Bertujuan untuk mempertahankan diri, jika musuh menyerang tiba-tiba.

Setiap pemain akan berusaha memukul bagian tubuh musuhnya. Tradisi ini, semakin menegangkan dengan adanya musik pengiring berupa gamelan.

Tradisi Ojhung (Foto : Dok Radar Jember)
Tradisi Ojhung (Foto : Dok Radar Jember)

Pemain yang berhasil memukul bagian tubuh lawannya, akan mendapatkan satu poin. Wasit juga bertugas agar peraturan ditegakan dan mengecek anggota bagian tubuh yang terkena pukulan rotan.

Meskipun saling melukai satu sama lain uniknya dalam permainan Ojhung antar petarung tidak ada yang marah atau dendam.

Mereka tetap bergoyang dan bersalaman padahal bagian tubuhnya ada yang terluka hingga berdarah. Saat bermain Ojhung dan setelahnya tidak ada yang emosi, dendam, dan marah.

Seusai pertunjukan Ojhung, ada pula hiburan-hiburan yang telah disediakan oleh panitia penyelenggara. Seperti hiburan musik, kumpul bersama warga desa dari wujud kebersamaan dan kekeluargaan. Masyarakat yang menjadi pemain Ojhung atas sukarelawan dan ikhlas.

Mereka bermain Ojhung tidak mencari kalah, menang, ataupun hadiah, tapi semata-mata untuk hiburan dan tradisi desa yang harus dilestarikan.

Menurut sejarawan Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas, setiap daerah memiliki cara dan aturan yang berbeda-beda dalam bermain Ojhung.

Permainan tradisional ini, memang tidak hanya dimainkan di satu daerah saja. Salah satu tempat yang rutin menampilkan kesenian ini, adalah Desa Blimbing, Kecamatan Klabang. Hal yang patut diresapi dalam bermain Ojhung adalah sportifitas.

Editor : Halo Jember
#Ojhung #tradisi #bondowoso