HALOJEMBER.COM – Selain menahan haus dan lapar puasa juga harus menahan emosi dan perbuatan tidak baik lainnya.
Beberapa orang ada berubah menjadi lebih sensitif saat berpuasa. Akibatnya sering mengalami mood swing atau perubahan perasaan secara tiba-tiba.
Mood swing terjadi karena adanya perubahan hormon serta asupan makanan yang kurang seimbang. Saat mood swing emosi sering tidak terkontrol, padahal saat puasa kita harus lebih sabar.
Psikolog dari Biro Konsultasi Gemilang Psikologi Marisa Selvy Helphiana menjelaskan, mood swing merupakan kondisi normal.
BACA JUGA : Begini Cara Atasi Bau Mulut Saat Puasa Menurut Dokter Gigi Jember
Hal itu kerap terjadi saat seseorang menghadapi stress serta perubahan hidup, seperti perubahan jadwal kegiatan dan perubahan suhu.
Dalam bulan ramadan, perubahan jadwal kegiatan juga dianggap berpengaruh terhadap mood swing.
Perempuan yang akrab disapa Icha itu menjelaskan, untuk mengatasi dan mengatasi mood swing hati dan pikiran harus senang. Pekerjaan dan liburan harus seimbang.
Melakukan pekerjaan yang disukai dan membuat hati senang sangat dianjurkan. Seperti ngabuburit, nonton film hingga menjalankan hobi lainnya.
BACA JUGA : Mengunjungi Langgar Sepuh di Pondok Pesantren Tertua Bondowoso
“Mensugesti diri dan berpikir positif ini juga penting untuk mengendalikan mood swing,” tuturnya.
Hal lain yang dapat dilakukan adalah memastikan waktu tidur terpenuhi dengan baik. Dalam bulan Ramadhan diperlukan perubahan jadwal untuk melakukan aktivitas tersebut.
Serta memastikan asupan makanan yang cukup saat sahur. “Karena ketika energi terjaga dengan baik, maka tidak akan mudah terpancing emosi saat kita kelelahan,” ucapnya.
Meski masuk dalam keadaan normal, namun mood swing juga memiliki berbagai dampak bagi kehidupan.
Salah satunya akan membuat seseorang lebih mudah marah, sudah tidur, suasana hati semakin buruk.
Bahkan dalam jangka waktu lama dan tidak diatasi, dapat mengganggu kesehatan mental.
Editor : Halo Jember