Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kearifan Budaya Lokal Adat Banyuwangi di Kehidupan Modern. Opini: Mila Ainun Azzuhro

Halo Jember • Jumat, 26 April 2024 | 01:36 WIB

Photo
Photo

BANYUWANGI  adalah kabupaten yang berada di ujung timur provinsi jawa timur yang memiliki potensi kepariwisataan yang cukup melimpah serta sosial budaya yang masih kental dan terjaga sampai saat ini. Berdasarkan keberagaman itu  kultur masyarakatnya secara dominan terbagi ke dalam tiga etnik yaitu etnik jawa mataram, etnik madura pandalungan, dan etnik using. Keberagaman etnik melahirkan kekayaan budaya yang menjadi identitas diri yang tidak terhitung nilainya.

Kota ini disebut juga Sunrise Of Java karena dapat memikat hati para pelancong lokal maupun wisatawan mancanegara.Dengan mengusung ekoturisme, Banyuwangi berhasil mengembangakan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya dan ekonomi Masyarakat lokal.

Sosial budaya merupakan sebuah hubungan dan tatanan pada lingkungan Masyarakat dengan mencakup komponen moral, keyakinan, pengetahuan, dan adat istiadat. Sosial budaya terus mengalami perubahan dan perkembangan. Adanya perkembangan dan perubahan sosial budaya menunjukkan kehidupan yang lebih baik dalam berbagai bentuk perubahan terus berkembang di Masyarakat sampai saat ini.

Pada akhirnya yang didapatkan dan diharapkan dari perubahan dan perkembangan sosial budaya adalah mendapatkan puncak kebudayaan baik itu berupa pemikiran atau tingkah laku yang lebih baik dari sebelumnya.

Berdasarkan hasil penelitian Wahyudiono, 2021 Kemiren memiliki keunikan berdasarkan sisi kesukuan, dalam eksplorasi ditemukan suku osing dan bermukim di Banyuwangi. Ada berbagai tradisi yang diwariskan turun temurun seperti barong ( tarian dengan menggunakan kostum seperti harimau), kuntulan (music menggunakan alat tradisional), jaran kencak (tarian kuda menari), mocopatan (membaca lontar kuno) serta gandrung (tarian khas asli Banyuwangi dengan penari Wanita yang masih gadis) tentunya yang memiliki talenta terbaik.

Adapun perkembangan potensi kepariwisataan di Desa Kemiren cenderung kurang optimal disebabkan regulasi perkembangan kepariwisataan dengan melibatkan pemerintah sebagai pemain yang paling dominan sehingga keterlibatan warga dinilai kurang. Desa keberbudayaan dengan metode local wisdom (kearifan lokal) dengan memilih metode dalam bentuk program Pembangunan.

Dikutip dari postingan Instagram Visit Banyuwangi  ada juga kearifan lokal warga Desa Kemiren dengan memainkan musik kuntulan guna untuk membangunkan sahur dibulan Ramadhan ini.  Sehingga Pengetahuan masyarakat adat memiliki peran yang penting dalam membantu masyarakat adat dalam memecahkan persoalan keseharian yang mereka alami sebagai suatu komunitas. Pengetahuan adat ini bersifat unik, non formal, dinamis, dan mencakup berbagai segi kehidupan.

Pengetahuan adat berfungsi membantu masyarakat adat dalam memecahkan persoalan keseharian yang mereka alami sebagai suatu komunitas. Pengetahuan adat juga dikenal dengan istilah kearifan lokal atau pengetahuan lokal. Pengetahuan adat merupakan sumber kearifan dan landasan bagi masyarakat adat untuk merumuskan aturan-aturan yang menjamin keberadaan, keberlangsungan, dan interaksi sosial antar anggota komunitas, baik berupa pemikiran maupun tindakan.

Dalam mengadopsi pengetahuan  masyarakat adat dalam kehidupan modern tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Masyarakat modern merupakan golongan masyarakat yang orientasi hidup dan nilai budayanya lebih terarah di masa kini. Masyarakat modern identik dengan negara maju karena lebih berpikir rasional, sementara masyarakat tradisional sering dikaitkan dengan negara miskin karena cara berpikirnya masih sering irasional.

Masyarakat modern sangat bergantung pada teknologi dan mampu menerima kemajuan teknologi dengan baik, sementara masyarakat tradisional masih terikat kuat dengan tradisi dan penggunaan teknologi masih terbatas.

Masyarakat adat memiliki kontribusi yang signifikan dalam konservasi lingkungan dan kehidupan modern. Mereka seringkali menjalankan praktik-praktik keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam. Masyarakat adat juga memiliki pengetahuan lokal tentang prakiraan cuaca yang berharga dalam mengelola pertanian dan kehidupan sehari-hari mereka.

Keselarasan mereka dengan musim dan alam tercermin dalam pendekatan mereka terhadap perubahan iklim. Dalam kehidupan modern, kita dapat belajar dari mereka untuk menerapkan pendekatan yang lebih berkelanjutan dalam mengelola sumber daya alam, mengurangi pemborosan, memprioritaskan energi terbarukan, dan mengurangi polusi.

Masyarakat modern adalah masyarakat yang sudah terbuka dengan perkembangan zaman dan penemuan-penemuan baru. Dalam proses modernisasi, masyarakat modern biasanya peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di lingkungannya sehingga mereka terdorong untuk terus memecahkan masalah bukan hanya menerima nasib.

Pendidikan masyarakat adat adalah kunci peradaban bangsa dan sudah sewajarnya ada upaya-upaya pelestarian dan mempromosikan. Pendidikan masyarakat adat mengembangkan rasa memiliki dan membuat anak-anak di lingkungan mereka jauh lebih bahasa, adat-istiadat dan nilai-nilai komunitas adat, tetap berhubungan dengan warisan leluhur mereka, dan akar budaya mereka.

Teknologi dan pengarsipan digital memungkinkan pengumpulan dan digitalisasi bahan-bahan budaya seperti buku, rekaman audio, video, dan artefak sejarah, yang memungkinkan pengarsipan digital yang memadai dan menghindari kemungkinan kerusakan terhadap materi fisik. Situs web yang dapat diakses oleh masyarakat umum harus mudah diakses dan memiliki beragam informasi tentang budaya Indonesia.

Sebagian dari pendidar mengatakan bahwa pendidikan harus mengakomodasi cara belajar dan rutinitas masyarakat lokal, dan pendidikan juga harus berpihak dan merespon persoalan kehidupan dan perubahan sekitar anak.

Selain itu, ada yang mengatakan bahwa perkembangan teknologi merupakan salah satu faktor utama yang menjadi faktor utama sehingga terjadinya modernisasi, yang pada akhirnya menghantarkan manusia pada kehidupan modern.

Dalam hal ini, pengetahuan masyarakat adat memiliki peran penting dalam kehidupan modern, yang dapat dilihat dalam berbagai aspek, mulai dari pendidikan, teknologi, hingga pengarsipan digital. Masyarakat adat harus diterima dan terintegrasi dalam kehidupan modern, sehingga dapat membantu menjaga nilai-nilai dan tradisi yang telah membentuk kita sebagai bangsa.

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember





Editor : Halo Jember
#Adat #suku osing #banyuwangi #UIN KHAS Jember #unej