Di sudut pagi yang masih menguap,
Tubuhku memeluk cangkir tua penuh cerita.
Serbuk hitam, dihirup alam semesta,
Menyulap letih menjadi tarian semangat baru.
Oh kopi, eliksir kesunyian,
Di setiap tegukmu, luruh segala penat.
Kau bukan sekadar hitam yang pekat,
Melainkan pelita bagi jiwa yang mendambakan kedamaian.
Dalam kicauan pagi atau hujan senja,
Kau adalah sahabat bicara tanpa kata.
Kau romantisasi setiap detik lelah,
Menjadi simpul-simpul energi yang tak terkira.
Bersamamu, kertas-kertas kerja berlalu lirih,
Dan pena-pena menari lincah. Setiap sorotanmu mengubah dunia,
Menjadi lebih hangat, lebih indah, lebih nyata.
Kopi, dalam cangkirmu terhampar alam,
Dari ladang hijau terbentang jauh,
Kau sampaikan salam dari para petani,
Yang jiwa dan raganya bercampur dalam setiap butir pilihanmu.
Terima kasih, oh kopi,
Kau ajarkan aku menyapa hari dengan senyum yang tercurah dari hati. (Jember, 22 April 2024)
Editor : Halo Jember