Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mendalami Hari Kesaktian Pancasila. Opini: Amanda Istabina, Mahasiswa Muhammadiyah Malang 

Dwi Siswanto • Kamis, 6 Juni 2024 | 08:37 WIB

 

Photo
Photo

HARI Kesaktian Pancasila yang diperingati pada tanggal 1 Juni adalah momen penting untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam tragedi Gerakan 30 September (G30S/PKI).

Tragedi ini merupakan upaya kudeta untuk menggulingkan Presiden Soekarno dan menggantinya dengan pemerintahan yang berideologi komunis. Peringatan ini tidak hanya untuk mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga untuk mengingatkan generasi penerus tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa.

Sebagai generasi penerus bangsa dan beragama, kita harus memaknai peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai dasar untuk membangun bangsa. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia mengandung nilai-nilai luhur yang selaras dengan karakter dan budaya bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila dikatakan "sakti" karena nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila mampu menjadi benteng bagi masyarakat Indonesia dari berbagai ancaman seperti ketidaksejahteraan, kebodohan, dan ketidakadilan. Berikut penjabaran lebih luas mengenai hal tersebut:

Ketuhanan Yang Maha Esa:

Nilai ini mengajarkan pentingnya kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan memiliki landasan spiritual yang kuat, masyarakat Indonesia diharapkan mampu menjaga moralitas dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Keberagaman agama yang ada di Indonesia juga diakomodasi dengan baik, sehingga tercipta toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:

Sila kedua mengajarkan kita untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Setiap individu dihormati hak dan martabatnya sebagai manusia. Hal ini mendorong terciptanya masyarakat yang adil dan beradab, di mana setiap orang diperlakukan dengan hormat dan penuh rasa kemanusiaan.

 

Persatuan Indonesia:

Persatuan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia. Dengan bersatu, bangsa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Persatuan juga mendorong terciptanya solidaritas dan kesatuan di antara berbagai suku, budaya, dan agama yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Cara Dakwah Gus Miek yang di Luar ‘Nurul’

 

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:

Sistem demokrasi yang dianut Indonesia menekankan pentingnya musyawarah dan mufakat dalam mengambil keputusan. Melalui permusyawaratan yang bijaksana, keputusan yang diambil akan mencerminkan aspirasi dan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir kelompok.

 

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:

Sila kelima menekankan pentingnya keadilan sosial. Negara harus memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan hak yang sama dalam segala bidang kehidupan, baik itu pendidikan, kesehatan, pekerjaan, maupun dalam memperoleh keadilan hukum. Dengan keadilan sosial, ketimpangan sosial dapat diminimalisir dan kesejahteraan rakyat dapat terwujud.

Dengan memahami dan mengamalkan setiap sila dalam Pancasila, masyarakat Indonesia diharapkan mampu membentengi diri dari berbagai ancaman seperti ketidakadilan, kebodohan, dan ketidaksejahteraan.

Pancasila sebagai ideologi negara tidak hanya menjadi dasar hukum dan politik, tetapi juga menjadi pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia yang lebih baik.

Penulis adalah Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Dwi Siswanto
#hari kesaktian pancasila #kesaktian pancasila