HALOJEMBER.COM - Santet kelabang sewu adalah praktik ilmu hitam yang dipercaya dapat menyebabkan penyakit atau kemalangan melalui pengiriman energi negatif.
Dalam budaya Jawa, kelabang (lipan) sering dianggap sebagai simbol santet, di mana kehadirannya di rumah dianggap pertanda buruk, seperti pengiriman guna-guna oleh seseorang yang memiliki niat jahat.
Santet sendiri merupakan bagian dari kearifan lokal yang masih dipraktikkan di masyarakat, meskipun sulit dibuktikan secara hukum.
Masyarakat percaya bahwa santet dapat dilakukan oleh dukun atau orang yang memiliki kemampuan gaib, dan dapat ditangkal melalui doa atau ritual tertentu.
Selain itu ada ciri lain yang dianggap bisa jadi salah satu ciri santet, yaitu kesemutan.
Dalam Instagram @pakarkejawen, menyebutkan jika menemukan tanda-tanda mencurigakan saat kesemutan, bisa dicari tahu lebih dlaam sebab bisa jadi itu salah satu tanda kita diserang oleh santet.
Santet yang ditandai dengan kesemutan biasanya merupakan ciri-ciri utama dari Santet Kelabang Sewu, menurut penjelasan pakar kejawen.
Santet jenis ini bisa mendatangkan bahaya baik bagi target atau korban. Santet ini bisa menyebabkan kematian bagi korbannya.
Disebut Kelabang Sewu karena bagi yang merasakan akan seperti ada kelabang atau lipan yang berjalan di titik kesemutan, dan seperti ada sesuatu yang berjalan atau merayap di dalam tubuh.
Berikut adalah tanda-tandanya:
- Kesemutan yang berpindah-pindah dari satu area ke area lainnya.
- Perasaan seperti ada hewan kecil, seperti kelabang atau lipan, yang merayap di bawah kulit dengan banyak kaki kecil.
- Kesemutan ini sering muncul menjelang matahari terbenam atau sekitar tengah malam.
- Tiba-tiba merasa kesemutan atau gatal tanpa alasan yang jelas.
- Ketika menyentuh area yang kesemutan, tidak ada sensasi apapun.
- Dalam sebulan, kondisi ini bisa mempengaruhi peredaran darah dan menyebabkan kematian. Secara medis, hal ini dianggap sebagai penyakit jantung.
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Halo Jember