HALOJEMBER.COM - Tumbuhan brotowali cukup terkenal terutama di Asia Selatan dan Tenggara. Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Tinospora cordifolia, telah digunakan sebagai obat tradisional sejak lama.
Berdasarkan beberapa penelitian, ekstrak brotowali dipercaya mengandung senyawa aktif yang memiliki sifat anti-kanker. Namun, hal tersebut mitos atau fakta? Berikut penjelasannya.
BACA JUGA: Asal Muasal Kata Jamu. Minuman Indonesia Mendunia. UNESCO Mengakuinya
- Kandungan Antioksidan
Senyawa antioksidan yang ada pada brotowali seperti alkaloid, flavonoid, dan polifenol mampu melindungi sel rusak yang disebabkan oleh radikal bebas. Namun, belum ada bukti ilmiah terkait efektivitas brotowali dalam mengobati kanker.
- Efek Imunomodulator
Ekstrak brotowali memiliki efek imunomodulator atau kemampuan meningkatkan respon imun tubuh terhadap penyakit. Hal tersebut, mungkin bermanfaat dalam menguatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sel kanker. Diperlukan bukti lebih banyak terkait hal tersebut.
BACA JUGA: Awas Rebahan Terus Bisa Buat Kamu Jadi Skoliosis. Mitos atau Fakta?
- Penelitian Pada Hewan
Beberapa percobaan dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa brotowali berpotensi menghambat pertumubuhan sel kanker tertentu. Namun, diperlukan penelitian pada manusia secara langsung untuk mengetahui efektivitasnya.
Meskipun efektivitas brotowali dalam mengobati kanker perlu dikaji ulang, tumbuhan ini memiliki manfaat lain, antara lain:
- Menurunkan Kadar Gula Darah
Brotowali mampu mencegah penyakit diabetes tipe 2. Beberapa penelitian menunjukkan, brotowali mampu meningkatkan kinerja hormon insulin dan mencegah terjadinya resistensi insulin. Dengan demikian, kadar gula darah tetap stabil.
Namun, wajib berhati-hati ketika mengonsumsi brotowali secara alami. Pasalnya, tumbuhan ini menimbulkan efek samping berupa kerusakan hati dan hipoglikemia. Terlebih jika dikonsumsi bersamaan dengan obat dokter.
BACA JUGA: Ternyata Pola Makan Bisa Pengaruhi Kesuburan hingga Mempercepat Hamil
- Mencegah Alergi Kambuh
Tumbuhan brotowali berkhasiat mengurangi gejala hidung tersumbat, bersin, dan hidung gatal yang disebabkan oleh alergi. Perlu diingat bahwa alergi hanya bisa dicegah dan dihindari.
- Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Kandungan antioksidan, vitamin c, dan berbagai nutrisi lainnya memiliki manfaat untuk imunitas tubuh. Namun, untuk meningkatkan daya tubuh tidak cukup jika hanya dengan mengonsumsi brotowali. Diperlukan juga pola hidup yang sehat.
- Meredakan Peradangan
Zat anti-inflamasi yang terkandung pada brotowali mampu meredakan peradangan, seperti demam dan nyeri pada tubuh.
- Melawan Bakteri dan Jamur
Bagian akar brotowali juga mengandung zat yang bersifat antibakteri dan antijamur. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak akar brotowali dapat membunuh dan mencegah tumbuhnya berbagai bakteri dan jamur yang menyebabkan infeksi. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait efektivitasnya.
- Menjaga Kesehatan Tulang
Brotwali mampu menjaga kesehatan tulang dan persendian. Kandungan kalsium, fosfor, dan berbagai antioksidan bermanfaat dalam mencegah otseoporosis dan osteoarthritis.
Untuk mengonsumsi brotowali baik yang basah maupun kering dapat dilakukan dengan cara direbus. Air rebusan tersebut dapat diminum untuk mendapatkan manfaat dari brotowali. Namun, dalam mengonsumsi brotowoli tidak boleh berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping.
Penulis: Delia Enggar Sugiana
Editor : Halo Jember