HALOJEMBER.COM - Santet Teluh Braja adalah salah satu mitos yang sangat populer di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat Jawa.
Mitos ini tentang sebuah ilmu hitam yang diyakini mampu menghancurkan kehidupan manusia bahkan hingga ke keturunannya.
Teluh Braja dikatakan memiliki penampakan yang mirip dengan bintang jatuh.
Ketika muncul, Teluh Braja biasanya disertai dengan kilatan cahaya mirip garis meteor jatuh dan api yang menyala sepanjang jalur terbangnya.
BACA JUGA: Waspada Santet Lowo Ireng, 3 Ciri yang Harus Diketahui Sebelum Bepergian Jauh
Konon, Teluh Braja tersebut akan berhenti memancarkan sinar ketika hinggap di rumah si korban, biasanya di genteng.
Mitosnya, ketika seseorang dikirim santet Teluh Braja dan dalam rumah tersebut anggota keluarga sedang lengkap berkumpul, maka tidak diragukan lagi keluarga tersebut semua dalam keadaan bahaya.
Dikutip dari Instagram @pakarkejawen, para korban yang meninggal karena Teluh Braja ini memiliki ciri-ciri pada bagian tubuh jenazah atau mayat sang korban. Ciri-cirinya sebagai berikut:
BACA JUGA: 5 Jenis dan Tingkatan Spiritual Jawa yang Harus Diketahui Bagi Kamu yang Orang Jawa
- Meninggal Malam Hari
Jika korban meninggal pada malam hari, maka akan nampak bekas memar kebiruan pada punggung, dan tangannya memerah seperti terbakar.
- Meninggal Siang Hari
Jika meninggalnya pada siang hari, maka bagian telapak tangan dan telapak kaki akan nampak memerah seperti terkena pukulan.
Serangan teluh braja umumnya dijumpai selepas matahari terbenam, atau menjelang matahari terbit. Pada waktu-waktu inilah, kita sebaiknya berhati-hati.
BACA JUGA: 10 Bahasa Gaul Gen Alpha, Dari Sigma hingga Gyatt, Apa Artinya?
Upaya untuk menghindari serangan dari ilmu hitam jenis Teluh Braja ini bisa dilakukan di waktu-waktu sempit seperti selepas magrib dan mendekati waktu subuh atau terbit fajar.
Pada waktu-waktu tersebut, kita bisa melafalkan doa-doa meminta kepada Tuhan agar senantiasa dijauhkan dari gangguan sihir yang nyata.
Pakar kejawen juga menyarankan agar kita menggunakan sarana pagar diri untuk membentengi bila khawatir ada pihak-pihak yang berniat menyakiti.
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Halo Jember