Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Misteri di Balik Kejatuhan Cicak di Pundak Dodit ‘Rumah Dinas Bapak’. Apakah Pertanda Buruk?

Halo Jember • Jumat, 16 Agustus 2024 | 03:41 WIB

 

Misteri kejatuhan cicak film Rumah Dinas Bapak. Sumber foto: Tangkap layar YouTube StarVisionPlus
Misteri kejatuhan cicak film Rumah Dinas Bapak. Sumber foto: Tangkap layar YouTube StarVisionPlus

HALOJEMBER.COM  - Pada bulan Agustus 2024 ini, bioskop di Indonesia menawarkan berbagai film menarik salah satunya sebuah film horor komedi yang penuh dengan elemen misteri dan ketakutan.

Rumah Dinas Bapak, film yang dibintangi oleh Dodit Mulyanto dan Putri Ayudya, serta disutradarai oleh Bobby Prasetyo ini telah menarik perhatian masyarakat dengan alur cerita yang menyeramkan dan visual yang penuh nuansa mencekam.

Film ini sendiri mengangkat kisah nyata dari thread di X (sebelumnya Twitter) yang pernah ditulis Dodit.

Saat ini Rumah Dinas Bapak sudah tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Agustus 2024.

BACA JUGA: Bikin Geli, Begini Cara Ampuh Usir Cicak

Sinopsis Film Rumah Dinas Bapak

Rumah Dinas Bapak menceritakan tentang seorang pegawai sipil, Bapak (Dodit Mulyanto), yang menerima tugas dinas baru di sebuah hutan terpencil. Mutasi ini mengharuskannya membawa serta Ibu (Putri Ayudya), Dodit (Oktavianus Fransiskus), Mbak Lis (Yasamin Jasem), dan Mas Dewo (Elang El Gibran) untuk pindah.

Mereka akhirnya meninggalkan rumah lama dan menuju rumah dinas baru yang terletak di tengah hutan jati. Dalam menjalankan tugasnya, Bapak tidak bekerja sendirian, karena instansi tempatnya bekerja juga menugaskan beberapa pegawai lainnya.

Dua rekan baru, Sugeng (Sadana Agung) dan Kasno (Fajar Nugra), ikut serta mendampingi Bapak selama menjalankan tugasnya. Mereka sering kali keluar pada malam hari untuk melakukan patroli di dalam hutan.

BACA JUGA: Mitos Cicak Jatuh di Pundak dan Bagian Tubuh Lainnya. Bawa Pertanda Baik atau Buruk?

Pekerjaan ini membuat Ibu dan anak-anak sering kali ditinggalkan sendirian di rumah. Padahal, rumah dinas tersebut dikenal dengan mitos yang menyeramkan.

Konon, ada sebuah penjara di sana yang digunakan untuk menghukum para blandong, yaitu pekerja hutan jati yang diperbudak pada masa kolonial.

Kengerian benar-benar terasa pada malam hari, terutama pada malam Jumat Kliwon. Ibu, Mbak Lis, dan Mas Dewo menjadi sasaran utama teror dari hantu misterius tersebut.

Teror yang awalnya hanya menimbulkan rasa penasaran berubah menjadi semakin parah hingga mengganggu, bahkan beberapa kali membahayakan nyawa. Ketakutan mencapai puncaknya ketika bayi Bapak dan Ibu tiba-tiba hilang.

Mereka segera mencari bayi tersebut dengan bantuan warga sekitar, sambil berusaha menghentikan teror hantu misterius yang semakin berbahaya.

Mitos Kejatuhan Cicak

Trailer awal film ini menampilkan cuplikan yang menarik perhatian. Dodit Mulyanto, yang berperan sebagai Bapak, mengalami kejatuhan cicak di pundaknya.

Di Indonesia sendiri mitos kejatuhan cicak masih banyak dipercaya oleh masyarakat sebagai sarat pertanda baik atau buruk.

Konon, kejatuhan cicak dikaitkan dengan mitos tertentu salah satunya kejatuhan cicak di pundak.

Mitos kejatuhan cicak di pundak adalah salah satu kepercayaan tradisional yang masih dipercayai oleh banyak masyarakat di Indonesia. Konon, jika cicak jatuh di pundak seseorang, itu merupakan pertanda baik.

Cicak dianggap sebagai makhluk yang membawa keberuntungan, dan kejatuhan cicak di pundak seseorang diartikan sebagai tanda akan ada rezeki atau keberuntungan yang akan datang.

Namun, tidak semua kepercayaan tentang kejatuhan cicak memiliki arti yang sama. Dalam beberapa tradisi, kejatuhan cicak di pundak kanan dianggap sebagai pertanda bahwa akan datang tamu terhormat yang akan mengunjungi rumah seseorang.

Sementara itu, dalam kepercayaan lain, kejatuhan cicak di pundak kanan dihubungkan dengan kesialan yang akan menimpa keluarga atau pihak yang disayangi.

 

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember
#mitos #Rumah Dinas Bapak #kejatuhan cicak