Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kisah Unik Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf Semasa Muda

Halo Jember • Senin, 19 Agustus 2024 | 16:55 WIB

 

 

Potret Habib Mahdi semasa muda (malikalmulki9494.blogspot.com)
Potret Habib Mahdi semasa muda (malikalmulki9494.blogspot.com)

HALOJEMBER.COM - Seorang ulama asal bogor yang dikenal dengan Habib Mahdi sejak umur 5 tahun ini sudah dididik sangat ketat dan keras dalam bimbingan keislaman oleh orang tuanya.

Pendidikan yang keras terhadap dasar-dasar agama dari sang ayah membuat Habib Mahdi bersemangat untuk memperdalam ilmu-ilmu syari’at sejak kecil.

Maka tak heran jika sejak dari SD, Habib Mahdi sudah memiliki tekad yang kuat untuk masuk pesantren.

Namun, keinginan itu belum dapat diwujudkannya, karena sang kakek, Habib Ahmad Al-Attas, melarangnya untuk belajar ke pesantren.

Meskipun demikian, tekad yang kuat dari seorang Habib Mahdi kecil tak pudar begitu saja.

Bahkan, keinganannya untuk dapat melanjutkan pendidikannya di pesantren semakin kuat. Hingga tibalah pada satu hari, di mana beliau masih berada di bangku SMP, ada kisah unik yang terjadi dan akan terus dikenang oleh beliau.

Kisah itu yang membuat Habib Mahdi akhirnya diizinkan sang kakek untuk berangkat ke pesantren.

Kisah itu berawal dari sekolah Habib Mahdi yang membuat ketentuan, bahwa setiap murid diwajibkan memakai sepatu hitam pada hari Kamis. Kewajiban itupun mau tidak mau harus ditaati oleh para siswa.

Pada saat itu, Habib Mahdi yang masih berusia belasan tahun hanya mempunyai satu sepatu hitam. Akan tetapi, sepatu hitam satu-satunya itu sudah dipakai pada hari Rabu dan sudah lusuh terkena hujan, karena pada hari itu, hujan lebat mengguyur sedari siang.

Habib Mahdi pun kebingungan, karena ia harus wajib mengenakan sepatu hitam tersebut pada keesokan harinya.

Dalam kebingungannya itu, muncullah satu ide yang kemudian mengubah jalan hidupnya.

Dengan langkah mengendap-endap, sedikit takut, beliau menoleh kanan kiri. Setelah dirasa aman dan tidak ada orang, beliau membuka tutup mesin cuci lalu memasukkan sepatu basah dan kotornya ke dalam mesin cuci tersebut.

Namun belum sampai semenit mesin pencuci itu berputar, keluarlah asap dari mesin tersebut dan kemudian mesin mati.

Karena panik, beliau pun menjerit kaget. Sang ibu yang mendengar jeritan itu pun masuk dengan segera. Lalu, dilihatlah mesin cuci yang sudah tidak bisa beroperasi lagi itu. Sang ibu hanya mengelus dada dan berkata “Mahdi, ane cape ngurusin ente. Udah, berangkat ke pesantren sana,”. dan akhirnya, pada waktu itu sang kakek pun mengizinkannya untuk berangkat ke pesantren.

Tahun itu juga Habib Mahdi akhirnya berangkat ke pesantren. Pesatren yang menjadi tujuannya adalah Pesantren Darullughah Wadda`wah (Dalwa) Bangil, yang didirikan oleh Al-`Allamah Habib Hasan bin Muhammad Baharun.

Penulis: Maghfirotun Nazila

Editor : Halo Jember
#bogor #habib mahdi