HALOJEMBER.COM – Pisang merupakan salah satu buah yang paling mudah dicerna dan banyak dikonsumsi sehari-hari karena memiliki banyak manfaat bagi Kesehatan.
Pisang memiliki banyak kandungan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi pada pisang dipercaya bisa membantu Kesehatan jantung, meningkatkan suasana hari, dan mengelola tekanan darah.
Kaya akan kalium yang dikenal bisa membantu kadar cairan tubuh dan mengatur pergerakan nutrisi serta produk limbah.
Mengutip dari News Today, kalium juga dapat menjaga jantung berdetak secara teratur dan dapat mengurangi efek natrium pada tekanan darah. Mineral satu ini juga bisa mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal yang bisa meningkat seiring pertambahan usia.
Satu buah pisang berukuran sedang umumnya mengandung sekitar 422 miligram (mg) kalium.
Pisang juga terkenal sebagai buah yang kaya akankandungan potasoum, kalium, vitamin C, dan vitamin B6 yang baik untuk tubuh.
Tapi, ternyata tidak semua orang bisa makan pisang. Lantas siapa saja kelompok orang yang tidak dianjurkan mengkonsumsi pisang?
- Orang yang mengonsumsi obat tertentu
Orang yang mengonsumsi obat-obatan jenis beta-blocker perlu menghindari asupan pisang. Obat jenis ini biasanya diresepkan dokter untuk mengurangi risiko komplikasi terkait penyakit kardiovaskular.
Beta-blocker diketahui bisa meningkatkan kadar kalium dalam darah, sementara pisan juga dikenal memiliki kadar kalium yang tinggi. Jadi, jika orang yang mengonsumsi obat jenis beta-blocker mengonsumsi pisang bisa menyebabkan kelebihan kalium yang mana berdampak buruk terhadap organ ginjal. Dan jika ginjal tidak mampu membuang kelebihan kalium dalam darah maka bisa berakibat fatal.
- Orang yang Mengalami Migrain atau Sakit Kepala
Mereka yang sedang mengalami migrain atau sakit kepala sebelah sebaiknya menghindari makan pisang. Hal ini disebabkan oleh adanya sejumlah bahan kimia dan nutrisi dalam pisang yang dapat memicu atau memperparah migrain.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh National Library of Medicine, bahan kimia bernama tiramin telah terbukti berperan dalam perkembangan migrain. Pisang, terutama yang terlalu matang, memiliki kandungan tiramin yang cukup tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari konsumsi pisang yang sudah terlalu matang atau lembek saat mengalami migrain.
- Orang yang Mengalami Sembelit
Meskipun pisang dikenal kaya serat, buah ini juga mengandung asam tanat dalam jumlah yang cukup tinggi, yang bisa menyebabkan sembelit. Asam tanat ini tidak akan memberikan efek negatif jika dikonsumsi dalam jumlah kecil.
Namun, menurut sebuah penelitian dalam jurnal Microbial Ecology in Health and Disease, konsumsi asam tanat dalam jumlah besar dapat memicu sembelit yang serius. Oleh karena itu, bagi mereka yang sudah mengalami masalah pencernaan, perlu berhati-hati dalam mengonsumsi pisang.
- Orang dengan Diabetes
Penderita diabetes perlu waspada saat mengonsumsi pisang karena kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah. Karbohidrat dalam pisang dapat memicu lonjakan gula darah lebih banyak dibandingkan nutrisi lainnya.
Pada penderita diabetes, tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif, sehingga gula darah dapat meningkat setelah mengonsumsi makanan kaya karbohidrat seperti pisang.
Meski demikian, efeknya bisa bervariasi tergantung jumlah pisang yang dikonsumsi dan tingkat kematangannya. Pisang yang matang cenderung mengandung lebih banyak gula, sedangkan pisang yang masih hijau mengandung lebih banyak pati resisten dan sedikit gula, sehingga lebih aman bagi penderita diabetes. Namun, sebaiknya mereka tetap membatasi konsumsi pisang yang belum terlalu matang.
- Penderita Penyakit Ginjal Kronis
Orang dengan penyakit ginjal kronis juga sebaiknya menghindari konsumsi pisang. Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK), orang dengan kondisi ini harus membatasi asupan makanan yang tinggi kalium, termasuk pisang, untuk melindungi fungsi ginjal dan jantung mereka.
Terlalu banyak kalium dalam tubuh dapat menyebabkan hiperkalemia, yaitu kondisi di mana kadar kalium dalam darah meningkat drastis, yang sering terjadi akibat gagal ginjal. Gejala hiperkalemia bisa meliputi kelemahan otot, kesemutan, hingga gangguan irama jantung.
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Halo Jember