Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Waspada! Ternyata Daun Binahong Bisa Menjadi Racun, Ini Penjelasannya

Alvioniza • Rabu, 21 Agustus 2024 | 20:00 WIB
Daun binahong. Foto: Pinterest
Daun binahong. Foto: Pinterest

HALOJEMBER.COM - Daun binahong memiliki nama latin Anredera cordifolia. Tanaman ini tumbuh subur di wilayah tropis Asia, Australia, dan Amerika Selatan.

Daun binahong mengandung senyawa flavonoid, asam oleanolik, protein, asam askorbat, dan saponin.

Dengan demikian, adanya kandungan tersebut membuat binahong berguna sebagai antibakteri, antivirus, antiinflamasi, analgesik atau pereda nyeri, dan antioksidan.

Selain itu, daun binahong berkhasiat dalam meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat dan memperbaiki sel yang rusak, melancarkan peredaran darah, mencegah stroke, dan dapat mengatasi diabetes dan maag.

Namun, jika mengonsumsi binahong tidak sesuai aturan maka akan menimbulkan efek samping pada tubuh.

Beberapa efek samping atau risiko yang mungkin akan timbul setelah mengonsumsi binahong secara sembarangan:

  1. Menjadi Racun

Mengonsumsi daun binahong secara berlebihan dapat menjadi racun. Pada uji preklinis menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrak binahong untuk obat diabetes dengan dosis 750,375 dan 187,5 miligram per satu kilogram berat badan selama 14 dan 21 hari tidak menunjukkan efek berbahaya.

Namun, jika dosisnya lebih tinggi dari yang ditunjukkan diatas justru berbahaya bagi pengidap diabetes. Daun binahong bisa menjadi toksik ketika dikonsumsi secara berlebihan.

  1. Menurunkan Gula aDrah secara Signifikan

Daun binahong memang dapat menurunkan gula darah pada pengidap diabetes. Namun, orang yang sedang mengonsumsi obat antidiabetes dilarang keras untuk mengonsumsi daun binahong.

Hal tersebut bisa membuat pasien diabetes mengalami penurunan gula darah secara signifikan. Jika tidak langsung diatasi maka pasien dapat mengalami hipoglikemia atau kondisi kadar gula darah di bawah normal.

Sebab, kandungan saponin dalam daun tersebut bereaksi dengan obat antidiabetes yang dikonsumsi.

  1. Gangguan Mikroorganisme

Tanaman ini berperan sebagai antimikroba dan antidiabetes. Namun, binahong tidak boleh dikonsumsi terlalu lama dengan dosis yang terlalu tinggi.

Hal tersebut karena kandungan saponinnya memiliki potensi dapat mengganggu  flora normal pada tubuh.

Flora normal merupakan sekumpulan mikroorganisme yang hidup pada kulit dan selaput lendir manusia yang normal dan sehat. Adanya mikroorganisme ini dapat meningkatkan sistem imun tubuh.

  1. Berpengaruh terhadap ASI

Kualitas air susu ibu (ASI) dapat terpengaruh akibat daun binahong. Sebab, senyawa dari tanaman ini berpotensi menjadi racun jika dikonsumsi bayi.

Bayi akan berpotensi mengalami perkembangan yang lambat, mudah sakit, dan kekurangan cairan tubuh.

Sementara bagi ibu menyusui, akan mengalami gejala seperti rasa berat dan nyeri di dada, payudara terasa sakit, dosis ASI berkurang, tubuh lemas, dan ASI berwarna keruh.

  1. Masalah Pencernaan

Kandungan efedrin di dalamnya merupakan senyawa yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan zat yang ada pada teh dan kopi. Hal tersebut dapat memicu rasa pusing, gelisah, mual, muntah, insomnia, dan jantung berdebar.

  1. Rasa Nyeri di Dada

Mengonsumsi daun binahong berpotensi menyebabkan nyeri dada atau angina. Sebab, kandungan di dalamnya akan merangsang hati.

Penulis: Delia Enggar Sugiana

Editor : Halo Jember
#flavanoid #Daun Binahong #antivirus