Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mitos Muncul Memar di Tubuh Karena Dicubit Setan? Begini Faktanya!

Alvioniza • Kamis, 22 Agustus 2024 | 21:35 WIB
Mitos munculnya memar secara tiba-tiba. Foto: Karolina Kaboompics/Pexels.com
Mitos munculnya memar secara tiba-tiba. Foto: Karolina Kaboompics/Pexels.com

HALOJEMBER.COM – Ada banyak cerita dan kepercayaan yang berkembang dari generasi ke generasi yang masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia.

Salah satu cerita yang masih banyak diperbincangkan adalah kemungkinan sesorang mengalami kebiruan atau lebam pada tubuh karena cubitan setan.

Meski dianggap mitos belaka oleh beberapa orang, masih banyak yang percaya bahwa Tindakan setan dapat meninggalkan jejek pada tubuh manusia.

Cerita ini berasal dari beberapa kepercayaan dari cerita rakyat yang berakad dalam budaya tertentu. Setan dianggap sebagai makhluk yang memiliki kekuatan supranatural untuk menyakiti manusia dan hal ini dianggap lazim.

BACA JUGA: Mitos dan Fakta Telinga Berdenging, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis THT RSCM

Jika dilihat dari sudut pandang ilmiah, tentu tidak ada bukti yang mendukung adanya klaim bahwa penyebab kebiruan atau lebam pada tubuh karena dicubit setan.

Padahal kebiruan secara tiba-tiba pada tubuh umumnya berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu, seperti gangguan sirkulasi darah, masalah kulit, faktor genetika, dan kondisi medis lainnya juga banyak faktor lainnya.

Kondisi ini bisa juga disebabkan oleh penyakit von Willebrand, penyakit yang muncul karena faktor genetika yang membuat darah menjadi sulit membeku sehingga akan sering terjadi pendarahan ketika darah terperangkap dibawah kulit dan menjadi memar.

BACA JUGA: Waspadai Makanan dan Minuman Anak, Cegah Gagal Ginjal Akut hingga Cuci Darah

Penyakit ini juga ditandai dengan seringnya mimisan, pendarahan setelah cedera, dering ada darah pada urine atau feses, dan juga menstruasi yang lama dan berat.

Ada beberapa penyebab seringnya muncul memar kebiruan lainnya. Berikut beberapa tanda umum di antaranya:

  1. Pengaruh Obat-obatan

Beberapa obat dapat menyebabkan munculnya memar. Misalnya, antikoagulan atau pengencer darah seperti warfarin, serta obat pereda nyeri seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin, bisa mengganggu proses pembekuan darah.

Ketika darah membutuhkan waktu lebih lama untuk membeku, darah dapat merembes keluar dari pembuluh darah dan menumpuk di bawah kulit, menyebabkan memar. Baca Juga: Kenali Manfaat Daun Binahong dan Cara Pengolahannya

  1. Kekurangan Nutrisi dan Vitamin

Kurangnya asupan nutrisi tertentu, seperti vitamin C dan K, juga bisa menjadi penyebab memar yang tampak tanpa alasan jelas. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah, sehingga kekurangan vitamin ini bisa menghambat kemampuan darah untuk membeku dengan baik.

Gejala lain yang mungkin muncul termasuk menstruasi yang berlebihan, perdarahan hebat saat terluka, dan pendarahan pada gusi atau mulut.

Vitamin C berfungsi untuk menjaga kekuatan kulit dan pembuluh darah agar tidak mudah terluka dan memar. Kekurangan vitamin C dapat membuat kulit lebih rentan terhadap memar, disertai gejala lain seperti tubuh yang lemas, kelelahan, serta gusi yang bengkak atau berdarah.

  1. Pencabutan Darah atau Hematoma

Pada beberapa kasus, memar bisa berkembang menjadi hematoma yang lebih besar, terutama jika terjadi perdarahan yang signifikan di bawah kulit setelah trauma atau cedera.

Jika Anda mendapati memar yang muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas atau terjadi secara terus-menerus, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.

  1. Kanker dan Pengobatan Kemoterapi

Kanker seperti leukemia dapat meningkatkan risiko perdarahan berlebihan dan memar. Apalagi, penderita kanker yang menjalani kemoterapi biasanya memiliki jumlah trombosit yang rendah.

Trombosit yang rendah akan memperlambat proses pembekuan darah, yang pada gilirannya memicu munculnya memar. Kanker yang mempengaruhi organ penghasil darah serta kesulitan dalam makan juga dapat memengaruhi kemampuan darah untuk membeku dengan normal.

  1. Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan yang menyebabkan gangguan pada pembekuan darah. Terdapat dua jenis utama hemofilia, yaitu hemofilia A dan B. Hemofilia A terjadi akibat hilangnya faktor VIII, yang penting dalam proses pembekuan darah.

Gejalanya meliputi perdarahan berlebihan, memar tanpa sebab, serta nyeri dan bengkak pada sendi. Baca Juga: Mitos dan Fakta Telinga Berdenging, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis THT RSCM

Di sisi lain, hemofilia B disebabkan oleh kekurangan faktor pembekuan yang disebut faktor IX. Walaupun penyebabnya berbeda, gejala hemofilia B mirip dengan hemofilia A, termasuk memar yang muncul tanpa alasan jelas.

  1. Penyakit Organ Hati dan Ginjal

Salah satu fungsi hati adalah memproduksi jenis protein tertentu yang dapat membantu pembekuan darah, jika sesorang mengalami penyakit hati tertentu seperti hepatitis, maka fungsi organ akan berkurang.

Dan cenderung akan mudah memar secara tiba-tiba. Sementara itu, ginjal berfungsi untuk membantu platelet darah melakukan tugasnya, yaitu mencegah pendarahan. Baca Juga: Kenali Penyebab Urine Berbusa, Bisa jadi Adanya Masalah pada Ginjal

Jika fungsi ginjal menurun dan platelet darah tidak bekerja dengan baik, pengidapnya akan mudah memar. Masalah pada kedua organ ini memerlukan penanganan dokter yang lebih serius.

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember
#memar di tubuh #mitos #cubitan setan #memar