HALOJEMBER.COM - Daun binahong merupakan tumbuhan asli Amerika Selatan yang tumbuh secara invasif dan merambat di dahan pohon atau tembok.
Biasanya daun ini dimanfaatkan dengan cara direbus atau dikonsumsi ekstraknya.
Kandungan vitamin dan mineralnya yang tinggi sering dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional sejak lama.
Selain itu, daun binahong juga mengandung Glucan c, Karoten, Asam Organik, L-Arabinosa mucoplysacharida, D – Galaktosa, Asam Aldonat, dan Vitamin (A, B, dan C).
Dengan demikian, daun binahong bermanfaat untuk menyehatkan tubuh. Berikut manfaat-manfaatnya:
- Mencegah kanker
Daun binahong mengandung antioksidan karotenoid esensial, seperti betakaroten, zeaxanthin, dan lutein. Kandungan tersebut mampu menetralkan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, kandungan vitamin A di dalamnya juga berperan sebagai antikanker.
Mengonsumsi vitamin A dan flavonoid mampu melindungi tubuh dari kanker paru-paru. Serta, vitamin C di daun tersebut berguna sebagai antioksidan kuat yang jauh lebih efektif untuk menangkal radikal bebas.
- Menyehatkan mata
Vitamin A juga dapat memperbaiki penglihatan mata. Kandungan vitamin A tak hanya terletak pada daunnya saja tetapi juga di batang tanaman binahong.
- Menyehatkan jantung
Antioksidan yang ada pada daun binahong efektif untuk melindungi kerusakan otot jantung. Bahkan, bisa juga melindungi kerusakan arteri dan saraf dari radikal bebas.
Serat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang menghambat aliran darah yang bisa menyebabkan penyakit jantung. Baca Juga: Siap Digantung! Siapa Sebenarnya Sanjoy Roy, Pelaku Utama Pemerkosaan dan Pembunuhan Dokter Muda India
Selain itu, kandungan kalium memiliki peran penting dalam mempertahankan kadar cairan darah. Serta membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah.
Dengan demikian, tanaman ini bermanfaat untuk jantung dan sistem kardiovaskular.
- Mencegah penuaan dini
Binahong dapat mencegah penuaan dini karena kandungan vitamin A dan C yang berlimpah. Vitamin-vitamin tersebut sudah terbukti sejak lama dapat menjaga kulit agar tetap sehat.
- Mencegah asam urat
Daun binahong dapat menurunkan risiko, mencegah, hingga mengatasi asam urat. Mengonsumsi air dari rebusan daun binahong mampu mengurangi kadar purin dalam tubuh. Kandungan flavonoidnya bermanfaat untuk menghambat pembentukan purin penyebab asam urat.
- Melancarkan pencernaan
Mengonsumsi daun binahong menawarkan serat dalam jumlah yang banyak sehingga meningkatkan rasa kenyang. Serat makanan dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Serta memperlambat penyerapan gula pada aliran darah yang mampu menurunkan risiko resistensi insulin, diabetes, dan gangguan metabolisme.
- Memperkuat ingatan
Kandungan folat dan vitamin B-kompleksnya mendukung fungsi mental dan membuat otak tetap tajam. Tiamin, biotin, asam folat, dan vitamin B lainnya juga berperan dalam kesehatan mental. Kurangnya vitamin B-12 membuat seseorang berisiko terkena depresi, kelelahan, anemia, dan paranoia yang lebih tinggi.
- Mengontrol gula darah
Senyawa alkaloid bersifat hipoglikemik. Ramuan daun binahong berkhasiat dalam menurunkan kadar gula darah secara optimal serta menjaganya agar tetap stabil terutama pada penderita diabetes mellitus. Baca Juga: Kenali Manfaat Daun Insulin bagi Penderita Diabetes
- Antibakteri
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa daun binahong berguna sebagai antibakteri. Daun ini mampu menghambat pertumbuhan Porphyromonas gingivalis, Prevotella intermedia, Mycobacterium tuberculosis, Streptococcus mutans, Bacillus cereus, Salmonella enteritidis, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis.
Untuk mendapatkan manfaat daun binahong bisa dengan cara dibuat jus, direbus, atau ditumis.
Jus daun binahong bisa ditambah dengan buah lain atau susu murni sesuai selera. Agar rasanya lebih manis bisa juga ditambahkan madu.
Olahan lain untuk mengonsumsi daun binahong bisa dengan cara direbus. Daun yang digunakan bisa yang masih segar atau yang sudah kering. Jika daunnya suda kering, cukup diseduh dengan air panas.
Daun binahong juga dapat dikonsumsi sebagai lauk dengan cara ditumis. Bumbunya sama seperti olahan tumis lainnya.
Penulis: Delia Enggar Sugiana
Editor : Halo Jember