HALOJEMBER.COM – Abah Guru Sekumpul merupakan ulama besar asal Kalimantan Timur yang memiliki nama asli Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni.
Namanya semakin dikenal sebagai ulama Martapura karna sikap dan perilaku Abah Guru Sekumpul yang selalu memberikan contoh yang baik.
Abah Guru Sekumpul lahir pada malam Rabu di Martapura tepatnya pada tanggal 11 Februari 1942 atau 17 Muharrom 1362 H.
Abah Guru Sekumpul memiliki nama kecil Qusyairi, sejak kecil Abah Guru Sekumpul dididik ilmu agama juga rasa cinta dan hormat pada para ulama oleh orang tuanya.
Ayah Abah Guru Sekumpul bernama Abdul Gani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman, sedangkan ibu beliau bernama Hj. Masliah binti H. Mulia bin Muhyiddin.
BACA JUGA: Abah Guru Sekumpul Berikan Amalan dengan Pahala Lebih Besar dari pada Ibadah Seumur Hidup
Selain orang tua Abah Guru Sekumpul juga di didik oleh nenek beliau yang bernama Salbiyah, abah guru sekumpul memiliki seorang adik perempuan yang bernama Hj. Rahmah.
Abah Guru Sekumpul merupakan turunan ke-8 dari Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, yaitu : KH. Muhammad Zaini Ghani bin Abdul ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Samman bin Saad bin Abdullah Mufti bin Muhammad Khalid bin Khalifah Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan.
Saat Abah Guru Sekumpul berusia 33 tahun, beliau menikah dengan Hj. Juwairiah binti H. Sulaiman.
Dari pernikah tersebut Abah Guru Sekumpul dikaruniai dua putra, yaitu Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.
Sejak kecil Abah Guru Sekumpul memiliki sifat yang ramah, ridha, mulia, penyabar, lembut, dermawan, tekun dan penuh kasih sayang.
Abah Guru Sekumpul memiliki banyak sekali keistimewaan salah satunya adalah beliau tidak pernah mengalami “mimpi basah”.
Tak hanya itu terdapat kabar yang beredar dari dua ulama yang melihat Guru Sekumpul melakukan Haji di Mekkah.
Namun pada kenyataannya saat itu Guru Sekumpul sedang berada di Martapura.
Dua Ulama tersebut adalah KH Ahmad Bakri Gambut dan KH Khudrori Martapura.
Abah Guru Sekumpul wafat pada usia 63 tahun, tepatnya pada hari Rabu 10 Agustus 2005.
Abah Guru Sekumpul meninggal sebab mengalami sakit yang cukup keras hingga dilarikan ke rumah sakit luar negeri.
Makamnya berada di kompleks pemakaman keluarga dekat mushollah Ar-Raudha Kalimantan Selatan.
Editor : Halo Jember