HALOJEMBER.COM – Abah Guru Sekumpul adalah ulama kharismatik di Martapura Kalimantan Selatan bahkan nama beliau kini mendunia.
Beliau merupakan ulama’ yang disegani dan dihormati oleh masyarakat Martapura.
Ulama besar asal Martapura ini lahir pada tanggal 11 Februari 1942, Abah Guru Sekumpul memiliki nama kecil Qusyairi.
Namun karna beliau sering mengalami sakit nama beliau diganti menjadi Muhammad Zaini, beliau menghabiskan masa kecilnya di kampung keraton, Martapura.
Abah Guru Sekumpul merupakan ulama yang keadaan ekonominya cukump sulit, ayah dan ibu Abah Sekumpul merupakan buruh penggosok batu intan, namun beliau tidak pernah mengalami kekurangan dalam pendidikan.
Seperti ulama-ulama lainnya Abah Guru Sekumpul juga memmiliki banyak ke-istimewaan, terdapat salah satu keistimewaan Abah Guru Sekumpul yang ceritanya cukup menarik.
Abah Guru Sekumpul pernah didatangi oleh Masyarakat Martapura, sebab kala itu Martapura mengalami musibah yang cukup seius.
Sudah lebih dari tiga bulan langit Kalimantan Selatan seperti enggan bersahabat, tidak ada air hujan yang turun, sumur juga enggan mengeluarkan air, hingga Masyarakat martapura mengalami kekeringan.
Karna kemarau yang cukup panjang masyarakat Martapura menghampiri Abah Guru Sekumpul yang menjadi panutan mereka. Mereka khawatir jika kemarau ini akan berlanjut hingga beberapa bulan kedepan, sebab sebagian ladang milik warga sudah mengalami kekeringan.
BACA JUGA: Kenal Abah Guru Sekumpul? Berikut Sikap Tauladan Guru Sekumpul yang Patut untuk Dicontoh
Masyarakat Martapura menghampiri kediaman Abah Guru Sekumpul untuk meminta beliau memohon kepada Allah swt agar hujan segera diturunkan.
Seperti yang diharapkan oleh masyarakat Martapura Abah Guru Sekumpul langsung mengabulkan permintaan masyarakat tersebut untuk memohon kepada Allah agar hujan segera diturunkan.
Setelah menemui masyarakat Abah Guru Sekumpul langsung menghampiri pohon pisang yang ada didepan rumah beliau.
Beliau melangitkan do’a-do’a dan juga bertawassul kepada nabi Muhammad saw, setelah berdo’a kemudian Abah Guru Sekumpul menggoyang-goyangkan pohon yang dihadapannya.
Seperti yang diharapkan oleh masyarakat Martapura, tidak lama dari kejadian tersebut hujan turun dengan begitu deras, masyarakat Martapura pun bersyukur dan pastinya merasa kebih tenang dan senang.
Penulis : Liza Andriyani
Editor : Halo Jember