Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kecantikan dan Makna di Balik Barong: Menggali Filosofi dan Tradisi dalam Festival Barong Kumbo Banyuwangi 2024

Halo Jember • Rabu, 25 September 2024 | 23:00 WIB
Penampilan Festival Barong Kumbo di Banyuwangi (website suryakabar.com)
Penampilan Festival Barong Kumbo di Banyuwangi (website suryakabar.com)

HALOJEMBER.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan penuh kebanggaan menyelenggarakan Festival Barong Kumbo pada Minggu, 22 September 2024.

Acara yang meriah dan berwarna ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga merupakan bagian integral dari agenda Banyuwangi Festival 2024, yang memiliki tujuan lebih besar dalam pelestarian budaya lokal.

Dalam rangka merayakan kekayaan budaya yang ada, festival ini melibatkan puluhan sanggar seni dari berbagai penjuru Banyuwangi, memberikan platform bagi para seniman dan generasi muda untuk berkreasi dan mengekspresikan diri mereka melalui seni tradisional.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, secara resmi membuka festival di Lapangan Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, dengan pernyataan yang tegas dan menginspirasi.

“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan biasa, tetapi sebuah ruang kreasi yang memungkinkan anak-anak remaja untuk mencintai dan melestarikan kesenian daerah mereka,” ujarnya.

Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkenalkan dan mempromosikan kesenian barong, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Banyuwangi.

BACA JUGA: Tak Hanya Menambah Nafsu Makan, Kunyit Dipercaya Mampu Obati Kanker, Mitos atau Fakta?

Bupati Ipuk juga menekankan pentingnya mengenalkan kesenian ini kepada generasi mendatang agar kekayaan budaya ini dapat terus hidup dan berkembang, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Festival Barong Kumbo dihadiri oleh ribuan penonton yang antusias, datang dari berbagai latar belakang dan usia, semua siap menyaksikan pertunjukan yang kaya akan tradisi dan simbolisme. Pada tahun ini, sebanyak 28 jenis barong ditampilkan, termasuk varian terkenal seperti barong kumbo rudo-rudo dan barong prejeng.

Setiap sanggar seni berusaha menampilkan karya terbaik mereka, menawarkan pengalaman yang beragam dan menggembirakan bagi penonton. Keragaman ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkaya wawasan masyarakat tentang seni dan budaya lokal.

Acara dimulai dengan ritual “meras,” sebuah tradisi yang bertujuan memohon keselamatan bagi semua pelaku seni yang akan tampil. Ritual ini menciptakan suasana khidmat dan menyentuh hati, menegaskan bahwa pertunjukan barong tidak hanya sekadar seni, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam.

Dalam ritual ini, para seniman dan penonton bersama-sama berdoa untuk kelancaran acara dan keselamatan bagi semua pihak yang terlibat. Setelah ritual ini, penonton disuguhkan dengan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan kisah barong kumbo rudo-rudo.

BACA JUGA: Mitos Menabrak Kucing Hitam Dalam Budaya Jawa, Begini Penjelasannya

Pertunjukan ini berhasil menarik perhatian penonton dengan alur yang menarik dan penggambaran karakter yang kuat, sehingga memberikan wawasan tentang cerita dan filosofi di balik kesenian tersebut.

Salah satu sorotan utama festival adalah parade yang menampilkan puluhan barong secara atraktif. Para penonton dimanjakan dengan keindahan gerakan, warna-warni cerah, dan ornamen barong yang melambangkan kekuatan, kerukunan, dan keagungan.

Bupati Ipuk menambahkan, “Barong adalah salah satu kekayaan budaya lokal yang unik dan memiliki filosofi tinggi. Kami harus terus memperkenalkan dan mendalami makna dari barong ini kepada masyarakat.” Pernyataan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam mendidik masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya.

Barong di Banyuwangi diwujudkan menyerupai singa, simbol kegagahan dan keberanian. Masyarakat setempat memaknai barong sebagai representasi kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan, di mana setiap ornamen barong mencerminkan nilai-nilai spiritual dan budaya.

Berbagai jenis barong yang ditampilkan dalam festival ini sangat beragam, seperti Barong Kumbo Rudo-Rudo, Prejeng, Kemiren, Kucingan, Jaranan, Lundoyo, Naga, dan banyak lagi, masing-masing dengan karakter dan keunikan tersendiri yang membuat penonton terpesona dan terhubung dengan tradisi lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan banyaknya pengunjung yang datang untuk menikmati pertunjukan.

BACA JUGA: Mitos atau Fakta, Wanita Haid Tidak Boleh Makan Timun

“Seru bisa melihat barong besar-besar kumpul jadi satu. Dengan begini, kami jadi tahu kalau barong itu bermacam-macam. Meskipun serupa, ternyata masing-masing punya keunikan.” ujar Anisa, salah satu pengunjung.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa festival bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi edukasi bagi masyarakat tentang keberagaman dan kekayaan budaya lokal yang patut dijaga dan dihormati.

Selain pertunjukan, festival juga menyediakan stan khusus yang memperlihatkan proses pembuatan barong. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana seni dan kreativitas berpadu dalam menciptakan karya-karya yang indah dan bernilai tinggi.

Para pengrajin barong menunjukkan teknik dan proses yang telah diwariskan secara turun-temurun, memberikan wawasan mendalam tentang dedikasi dan kerja keras di balik setiap pertunjukan.

Melalui stan-stan tersebut, pengunjung bisa belajar tentang bahan-bahan yang digunakan dan teknik pembuatan barong yang khas, sehingga memperkaya pengalaman mereka selama festival.

Festival Barong Kumbo 2024 tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga menandai komitmen pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal. Dengan keberhasilan acara ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian seni tradisional dan pengembangan kreativitas di kalangan generasi muda.

BACA JUGA: Sejarah Singkat Asal Usul Mitos Larangan Orang Sunda Menikah dengan Orang Jawa

Festival ini menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk bangga akan warisan budaya mereka dan berpartisipasi aktif dalam pelestariannya.

Dalam semangat bareng-bareng (bersama-sama), masyarakat Banyuwangi berkomitmen untuk menjaga dan meneruskan tradisi ini, memastikan bahwa kekayaan budaya yang dimiliki akan tetap hidup dan berkembang di masa depan.

Melalui acara seperti Festival Barong Kumbo, harapan untuk menciptakan generasi yang mencintai dan menghargai budaya lokal semakin mendekati kenyataan.

Dengan semangat kolektif dan dukungan dari semua pihak, diharapkan festival ini dapat terus berlangsung dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.

Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa kekayaan budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga dirayakan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Ayin Tripuan Maharani

 

Editor : Halo Jember
#budaya daerah #tradisi #banyuwangi #Kekayaan Budaya #barongan