HALOJEMBER – Sebagian masyarakat Indonesia memiliki kepercayaan yang sudah lama berkembang, yakni keyakinan bahwa duduk di atas bantal dapat menyebabkan bisulan.
Mitos ini telah beredar selama bertahun-tahun dan seringkali menjadi peringatan yang disampaikan dari generasi ke generasi.
Namun, benarkah anggapan tersebut? Apakah ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa duduk di atas bantal dapat memicu bisulan? Mari kita telusuri lebih dalam mengenai fakta medis yang sesungguhnya.
Keyakinan Tradisional dan Kesehatan
Kepercayaan bahwa duduk di atas bantal bisa menyebabkan bisulan tampaknya merupakan salah satu dari banyak mitos kesehatan yang ada di masyarakat.
BACA JUGA: Mitos dan Asal-usul Larangan Bawa Daging Sapi ke Gunung Agung di Bali
Mitos semacam ini biasanya muncul karena kurangnya pemahaman medis di masa lalu. Sering kali, masyarakat cenderung mengaitkan kondisi kesehatan tertentu dengan kebiasaan yang mereka anggap tidak lazim atau tidak tepat.
Dalam hal ini, duduk di atas bantal dianggap sebagai pemicu munculnya bisul, suatu kondisi kulit yang ditandai dengan benjolan berisi nanah akibat infeksi.
Namun, hingga saat ini, belum ada penelitian medis yang mampu membuktikan hubungan antara duduk di atas bantal dan bisul.
Dalam dunia medis, bisul atau yang disebut juga furunkel umumnya terjadi akibat infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus, yang masuk ke dalam folikel rambut atau kelenjar minyak.
Bisul seringkali muncul karena kebersihan yang kurang terjaga, bukan karena duduk di atas bantal.
BACA JUGA: Mitos Menabrak Kucing Hitam Dalam Budaya Jawa, Begini Penjelasannya
Pendapat Pakar Kesehatan
Menurut seorang ahli kesehatan dari Barts and London NHS Trust, Dr. Arthur Tucker, meskipun duduk di atas bantal tidak secara langsung menyebabkan bisul, bantal bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman. Dr. Tucker menjelaskan bahwa bantal seringkali menyimpan debu, kotoran, dan mikroorganisme lain yang dapat berkontribusi terhadap masalah kulit jika kebersihan tidak diperhatikan.
Dalam konteks ini, risiko infeksi memang ada, tetapi tidak spesifik disebabkan oleh tindakan duduk di atas bantal, melainkan oleh kurangnya kebersihan bantal itu sendiri.
Bantal yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menjadi sarang bagi bakteri dan kutu debu. Jika bantal tersebut bersentuhan dengan kulit yang terluka atau teriritasi, ada kemungkinan infeksi terjadi.
BACA JUGA: Menguak Fakta Daun Kelor, Antara Kepercayaan Mistis dan Manfaat Kesehatan
Namun, ini bukanlah penyebab langsung bisulan, dan tidak berarti setiap orang yang duduk di atas bantal akan mengalami masalah tersebut.
Di sisi lain, dr. Riza Marlina, seorang praktisi kesehatan, dengan tegas menyatakan bahwa duduk di atas bantal tidak menyebabkan bisulan.
Menurutnya, anggapan tersebut hanyalah mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah. Dr. Riza menegaskan bahwa tidak ada bukti medis yang menghubungkan antara duduk di atas bantal dan munculnya bisul.
"Bisul terjadi karena infeksi bakteri yang masuk ke folikel rambut atau kelenjar minyak, sering kali disebabkan oleh kurangnya kebersihan tubuh. Bukan karena seseorang duduk di atas bantal," jelas dr. Riza.
BACA JUGA: Fenomena Rumah Tusuk Sate Dianggap Sial, Mitos atau Fakta?
Ia menambahkan bahwa duduk di tempat yang empuk seperti bantal justru bisa bermanfaat dalam situasi tertentu, misalnya ketika seseorang merasa nyeri pada bokong. Bantal yang empuk dapat membantu mengurangi tekanan pada area yang sakit, dan tidak menimbulkan dampak negatif.
Penyebab Bisul dan Fakta Medis
Bisul atau furunkel adalah infeksi kulit yang menyebabkan benjolan berisi nanah pada permukaan kulit. Bisul biasanya terjadi ketika bakteri memasuki folikel rambut, menyebabkan peradangan yang sering kali menimbulkan rasa sakit.
Infeksi ini bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering muncul di area yang sering mengalami gesekan, seperti ketiak, bokong, atau paha.
Salah satu faktor utama penyebab bisul adalah kebersihan tubuh yang kurang. Jika seseorang tidak menjaga kebersihan kulitnya dengan baik, bakteri bisa dengan mudah masuk melalui luka kecil atau pori-pori yang terbuka.
Selain itu, beberapa kondisi medis seperti diabetes atau gangguan sistem kekebalan tubuh juga dapat meningkatkan risiko terjadinya bisul.
Folikulitis, yang sering menjadi awal dari munculnya bisul, terjadi ketika folikel rambut mengalami peradangan akibat infeksi bakteri.
Hal ini sering kali disebabkan oleh faktor-faktor seperti kelembaban, gesekan, atau penggunaan pakaian yang terlalu ketat. Jadi, kuncinya adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, termasuk bantal yang digunakan sehari-hari.
Membersihkan Bantal untuk Mencegah Infeksi
Meskipun duduk di atas bantal tidak menyebabkan bisulan, penting untuk menjaga kebersihan bantal dan lingkungan tempat tidur.
Bantal yang kotor dapat menjadi sarang bagi bakteri, debu, dan kutu yang dapat memicu iritasi kulit atau alergi.
Untuk mencegah masalah kesehatan, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan bantal:
- Cuci bantal secara rutin: Bantal harus dicuci setidaknya setiap tiga hingga enam bulan sekali, tergantung pada bahan dan jenis bantal. Gunakan air panas dan deterjen yang tepat untuk membunuh bakteri dan menghilangkan kotoran.
- Gantilah sarung bantal secara teratur: Sarung bantal sebaiknya diganti minimal seminggu sekali. Ini membantu menjaga kebersihan karena sarung bantal sering bersentuhan langsung dengan kulit dan rambut.
- Jemur bantal di bawah sinar matahari: Sinar matahari dapat membantu membunuh mikroorganisme yang ada di bantal. Menjemur bantal secara berkala juga membantu menjaga kebersihan dan kesegaran bantal.
- Gunakan pelindung bantal: Pelindung bantal dapat menjadi penghalang antara bantal dan sarung bantal, mencegah debu, kotoran, dan bakteri menumpuk di dalam bantal.
Kepercayaan bahwa duduk di atas bantal menyebabkan bisulan adalah mitos yang tidak didukung oleh bukti ilmiah. Bisul disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama akibat kurangnya kebersihan kulit, dan bukan karena bantal itu sendiri.
Meskipun bantal yang kotor dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, duduk di atasnya tidak secara langsung menyebabkan bisul.
Sebaliknya, menjaga kebersihan bantal dan tubuh adalah langkah terbaik untuk mencegah infeksi kulit.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang penyebab bisul dan pentingnya menjaga kebersihan, kita dapat mengatasi mitos yang telah berkembang di masyarakat dan fokus pada tindakan preventif yang lebih efektif.
Penulis: Ayin Tripuan Maharani
Editor : Halo Jember