Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Jangan Salah Kaprah! Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang Dipandang Sebelah Mata Menawarkan Ilmu yang Luas dan Beragam

Halo Jember • Rabu, 25 September 2024 | 23:00 WIB
Ilustrasi mahasiswa bahasa dan sastra indonesia (pexels)
Ilustrasi mahasiswa bahasa dan sastra indonesia (pexels)

HALOJEMBER - Menempuh pendidikan di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia memang bukanlah hal yang mudah, terutama karena berbagai stigma dan pandangan negatif yang kerap melingkupinya.

Banyak orang yang menganggap jurusan ini hanya cocok untuk orang yang memiliki kesabaran ekstra. Seolah tidak ada habisnya, komentar-komentar meremehkan seringkali menjadi makanan sehari-hari para mahasiswa di jurusan ini.

Hanya mereka yang benar-benar berkomitmen dan memiliki tekad kuat yang dapat bertahan.

Salah satu penyebab munculnya stigma ini adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang apa yang sebenarnya dipelajari di jurusan ini. Banyak yang tidak mengetahui atau bahkan enggan memahami cakupan ilmu yang dipelajari.

Akibatnya, pernyataan-pernyataan tidak berdasar sering terlontar, seperti anggapan bahwa mahasiswa jurusan ini hanya akan berakhir menjual Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) atau sekadar membuat puisi dan pantun.

Bahkan, tidak sedikit yang berpikir bahwa mahasiswa jurusan ini hanya berkutat dengan pembuatan quotes atau syair.

Namun, semua anggapan tersebut jauh dari kebenaran. Membuat puisi atau quotes, misalnya, bukanlah sesuatu yang eksklusif hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia.

Siapa saja bisa membuatnya, bahkan seseorang yang sedang patah hati sekalipun. Yang membedakan mahasiswa jurusan ini adalah mereka mempelajari dan mendalami ilmu yang jauh lebih kompleks.

Bagi yang masih keliru, mari kita kupas lebih dalam tentang apa yang sebenarnya dipelajari di jurusan ini.

Cakupan Ilmu di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia

Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia mencakup dua bidang besar, yakni linguistik (ilmu bahasa) dan sastra. Jika kalian memilih prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, ada tiga topik utama yang dipelajari: pendidikan, linguistik, dan sastra. Tentu saja, kedua bidang besar ini memiliki banyak cabang yang mendalam.

Di bidang linguistik, terdapat berbagai subtopik yang perlu dipelajari. Mulai dari linguistik murni seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis, hingga linguistik terapan seperti sosiolinguistik dan psikolinguistik. Masing-masing subtopik tersebut memerlukan pemahaman yang mendalam dan tidak bisa dianggap remeh.

Baca Juga: CPNS Kemendikbud 2024 Buka Peluang Lulusan Sastra Indonesia. Setiap Provinsi Butuhkan S1 Bahasa dan Sastra Indonesia

Sementara di bidang sastra, mahasiswa juga mempelajari cabang-cabang sastra murni dan terapan. Dalam kajian sastra, ada banyak hal yang harus dianalisis dan dipahami, mulai dari tema, alur, hingga latar belakang psikologis penulis.

Sejauh ini, sudah terlihat betapa luas cakupan ilmu yang dipelajari di jurusan ini, bukan? Dengan berbagai cabang ilmu yang mendalam tersebut, rasanya tidak adil jika masih ada yang menganggap mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia hanya berkutat dengan puisi, pantun, atau quotes semata.

Skripsi di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia: Lebih dari Sekadar Karya Sastra

Ketika mahasiswa mencapai akhir masa studinya, mereka dihadapkan dengan tugas akhir berupa skripsi. Banyak yang salah kaprah mengira bahwa mahasiswa jurusan ini hanya membuat karya sastra untuk skripsi mereka. Padahal, yang sebenarnya dilakukan adalah menganalisis karya sastra, bukan membuatnya.

Analisis ini jauh lebih kompleks daripada sekadar meresensi novel atau puisi yang mungkin pernah dilakukan semasa sekolah. Skripsi di jurusan ini melibatkan penggunaan teori-teori sastra yang rumit dan seringkali asing bagi masyarakat awam. Sebagai contoh, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang dosen berjudul Bunuh Diri dalam Tiga Novel Indonesia: Perspektif Psikologi Kematian. Dari judulnya saja sudah terlihat betapa dalam kajian tersebut.

Dengan demikian, jelas bahwa skripsi di jurusan ini tidak bisa dianggap enteng. Melakukan analisis karya sastra bukan hanya membutuhkan pemahaman teoritis yang kuat, tetapi juga keterampilan kritis yang tinggi.

Manfaat Praktis dari Skripsi dan Penelitian di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia

Selain memiliki nilai akademis, skripsi dan penelitian di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia juga memiliki manfaat praktis di masyarakat. Misalnya, kajian psikologi sastra memungkinkan kita untuk memahami kondisi psikologis yang tergambar dalam karya sastra. Hal ini penting, karena sastra sering kali merupakan refleksi dari kehidupan nyata. Dalam pandangan Plato, sastra adalah tiruan dari kenyataan.

Di bidang linguistik, penelitian mahasiswa jurusan ini juga tidak kalah penting. Misalnya, kajian linguistik forensik dapat membantu dalam menyelesaikan kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan bahasa, seperti ujaran kebencian. Selain itu, ada juga penelitian yang dapat berkontribusi pada terapi wicara bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Jelas sekali bahwa apa yang dipelajari di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki dampak nyata di masyarakat. Kontribusi jurusan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Semoga ke depan, semakin banyak orang yang menyadari pentingnya ilmu ini, dan tidak ada lagi yang menganggap jurusan ini remeh.

Ingat, Bahasa Indonesia itu ramah, bukan remeh.

 

 Penulis: Ayin Tripuan Maharani

Editor : Halo Jember
#sastra indonesia #mahasiswa #jurusan bahasa