Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tren Boneka Labubu: Dari Ilustrator Hong Kong hingga Viral di Tangan Lisa Blackpink

Halo Jember • Jumat, 27 September 2024 | 00:00 WIB
Boneka Labubu (Pinterest)
Boneka Labubu (Pinterest)

HALOJEMBER – Boneka Labubu kini menjadi bintang yang bersinar di kalangan berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Popularitasnya melesat tinggi, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Semua ini bermula dari sebuah postingan Instagram oleh Lisa BLACKPINK pada April 2024, di mana ia memamerkan Labubu yang lucu sebagai aksesori di tasnya. Sejak saat itu, banyak orang yang penasaran dan berusaha mencari cara untuk mendapatkan boneka imut ini!

Asal-usul Boneka Labubu

Labubu pertama kali diciptakan oleh seorang ilustrator berbakat asal Hong Kong bernama Kasing Lung pada tahun 2015.

Kasing Lung dikenal sebagai penulis buku cerita anak-anak, dan salah satu karyanya yang terkenal adalah seri “The Monsters,” yang terinspirasi dari mitologi Nordik serta dongeng-dongeng Eropa. Dalam buku ini, Kasing Lung memperkenalkan karakter elf bernama Labubu dan menciptakan dunia elf yang penuh imajinasi.

BACA JUGA: Lulusan Sastra Indonesia: Dituduh Tak Berharga? Yuk, Lihat Peluang Karier yang Mungkin Tak Pernah Dikenal!

Karya Kasing Lung ini tidak hanya sekadar cerita anak, tetapi juga memberikan sentuhan yang unik dengan gaya visual yang menonjol. Ia menggunakan garis hitam-putih yang kuat, menciptakan kontras yang menarik dan memberi kesan lucu, meski sedikit menyeramkan.

Dengan cara ini, ia mampu mendalami karakter monster dan bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia di sekitarnya, menjadikan pembaca tak hanya terhibur tetapi juga terinspirasi.

Karakter Labubu digambarkan sebagai elf perempuan yang memiliki telinga tinggi dan runcing, gigi tajam, dan wajah yang nakal serta aneh. Selain Labubu, ada juga beberapa karakter monster lainnya seperti Zimomo, Tycoco, dan Spooky, tetapi Labubu lah yang paling mencuri perhatian publik.

Pada tahun 2017, Labubu mendapatkan sorotan lebih ketika Kasing Lung menggelar pameran tunggal pertamanya di Hong Kong, menampilkan lebih dari 20 lukisan baru yang bertema elf.

Dua tahun kemudian, pada 2019, Kasing Lung menandatangani kesepakatan eksklusif dengan Popmart, perusahaan mainan asal China yang dikenal dengan koleksi mainan desainer yang dijual dalam bentuk blind box.

BACA JUGA: Jangan Salah Kaprah! Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang Dipandang Sebelah Mata Menawarkan Ilmu yang Luas dan Beragam

Dalam format ini, pembeli tidak akan tahu bentuk mainan apa yang akan mereka dapatkan hingga kemasan dibuka, menambah unsur kejutan dan kegembiraan.

Labubu dan Tycoco segera menjadi favorit di Popmart, memicu tren pengoleksian yang menghebohkan, bahkan harga boneka ini mulai berspekulasi tinggi.

Dulu hanya berbentuk plushie, kini Labubu juga dapat dijadikan hiasan tas yang imut dan menggemaskan. Saat ini, Labubu hadir dalam dua versi yang berbeda, masing-masing dengan daya tariknya sendiri.

Dua Versi Labubu yang Menggemaskan

Versi Pertama: The Monsters-Tasty Macarons Vinyl Blind Box (V1)
Versi pertama Labubu diluncurkan pada Oktober 2023. Dalam versi ini, Labubu memiliki postur berdiri dengan anggota tubuh yang bisa disesuaikan, memberikan kesan dinamis dan fleksibel. Ukuran boneka ini adalah 8 cm x 17 cm x 7 cm dan dilengkapi dengan jepitan cincin berwarna emas sebagai aksesori yang elegan.

Nama-nama karakter di versi ini terinspirasi dari makanan penutup, seperti Soymilk, Lychee Berry, Green Grape, dan banyak lagi. Menariknya, ada peluang 1:6 untuk mendapatkan karakter-karakter ini.

Sementara karakter rahasia bernama “Chest Cocoa” hanya memiliki peluang 1:72 untuk didapatkan. Uniknya, perbedaan utama antara karakter rahasia dan yang reguler ada pada warna hidungnya, menambah elemen koleksi yang seru.

Versi Kedua: The Monsters-Have a Seat Vinyl Plush Blind Box
Versi kedua Labubu diluncurkan pada Juli 2024. Dalam versi ini, Labubu berpostur duduk dengan ukuran 15 cm x 8 cm x 7 cm, yang memberikan tampilan yang lebih menggemaskan. Bahan dari versi ini lebih lembut dan berbulu, dilengkapi dengan jepitan cincin yang senada dengan warna bonekanya.

BACA JUGA: Cuaca Panas Bagai Matahari di Atas Kepala, Ternyata ini Penyebabnya

Menariknya, versi ini juga memiliki tiga ekspresi berbeda, Labubu dapat berkedip, membuka mata, atau menutup mata, memberikan kesan hidup pada karakter ini. Di versi kedua ini, ada enam edisi reguler serta karakter rahasia yang siap untuk dikoleksi, semakin memperkaya pilihan bagi para penggemar.

Dampak Budaya dan Antusiasme

Dengan semua keunikan dan daya tarik ini, tidak heran jika Labubu telah menjadi favorit di hati banyak orang. Dari yang awalnya hanya boneka plushie, kini Labubu telah bertransformasi menjadi ikon yang dicari oleh para kolektor dan penggemar di seluruh dunia.

Kehadirannya tidak hanya memenuhi koleksi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan keceriaan bagi banyak orang.

Bisa dibilang, Labubu bukan hanya sekadar boneka, ia telah menjadi simbol tren baru di kalangan anak muda.

Kehadirannya dalam berbagai bentuk dan edisi menciptakan komunitas penggemar yang aktif dan penuh semangat. Banyak orang yang berbagi pengalaman mereka tentang berburu Labubu, serta menciptakan konten di media sosial yang merayakan keunikan karakter ini.

Penulis: Ayin Tripuan Maharani

Editor : Halo Jember
#lisa blackping #boneka labubu #viral