Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mitos Bunut Bolong di Bali, Pasangan Bisa Putus atau Cerai

Halo Jember • Minggu, 29 September 2024 | 01:00 WIB
Pohon Bunut Bolong (pinterest)
Pohon Bunut Bolong (pinterest)

HALOJEMBER – Di balik keindahan alam dan kebudayaan Bali yang kaya, tersimpan beragam mitos yang dipercaya masyarakat setempat. Salah satunya adalah mitos larangan bagi pasangan kekasih atau suami-istri untuk melewati Bunut Bolong.

Bunut Bolong merupakan pohon raksasa yang memiliki lubang besar di tengah batangnya. Pohon ini terletak di Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.

Menurut kepercayaan lokal, pasangan yang berani melewati lubang di pohon Bunut Bolong akan menghadapi berbagai nasib buruk, mulai dari perpisahan hingga kematian.

Selain itu, mitos lain yang berkembang yaitu tentang rombongan mobil jenazah tidak boleh melintasi lorong pepohonan beranting ini.

Secara harfiah, “bunut” berarti pohon beringin, dan “bolong” berarti berlubang. Bunut Bolong memang istimewa karena memiliki lubang besar di tengahnya yang bisa dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.

BACA JUGA: Mitos atau Fakta, Wanita Haid Tidak Boleh Makan Timun

Namun, kisah mistis di balik pohon ini menjadikannya bukan sekadar objek wisata, tetapi juga tempat yang sarat dengan aura spiritual.

Menurut warga setempat, pohon ini dianggap sebagai tempat tinggal makhluk halus dan memiliki energi supranatural yang kuat.

Larangan untuk melewati Bunut Bolong bukan hanya untuk menjaga kehormatan tempat tersebut, tetapi juga diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada kekuatan tidak terlihat yang mendiami pohon tersebut.

Meski ada larangan dan mitos yang mengiringi, Bunut Bolong tetap menjadi destinasi wisata yang populer, terutama bagi pengunjung yang ingin melihat langsung fenomena alam yang langka ini.

BACA JUGA: Menguak Fakta Daun Kelor, Antara Kepercayaan Mistis dan Manfaat Kesehatan

Bila Anda ingin mengunjungi Bunut Bolong terdapat beberapa tips yang dapat Anda lakukan.

  1. Pantau cuaca agar tidak salah memiliki waktu ketika ingin berkunjung.
  2. Persiapkan beberapa camilan agar Anda tidak merasa bosan atau lapar seperti makanan dan minuman.
  3. Persiapkan untuk membawa obat-obatan pribadi.
  4. Jangan lupakan handphone pribadi atau kamera Anda untuk mengabadikan momen saat tiba di lokasi.
  5. Tetap hormati dan menjaga tradisi atau kepercayaan yang ada di Bunut Bolong.

Pasangan yang datang berkunjung, biasanya mereka memilih untuk menghindari melewati lubang di tengah pohon dan memilih jalan memutar sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi.

Menariknya, mitos ini tidak hanya dipercaya oleh kalangan tua, tetapi juga oleh generasi muda Bali.

Mitos seputar Bunut Bolong mencerminkan bagaimana kepercayaan lokal dan adat istiadat masih kuat mempengaruhi kehidupan masyarakat Bali hingga saat ini.

Di tengah modernitas dan perkembangan zaman, tradisi seperti ini tetap dihormati dan dijaga, terutama di daerah-daerah yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat leluhur.

Bagi sebagian orang, mitos ini mungkin terdengar seperti cerita yang sulit dipercaya, tetapi bagi masyarakat Bali, kepercayaan pada hal-hal gaib adalah bagian dari warisan budaya yang tetap hidup dan dihormati.

BACA JUGA: Mitos Menabrak Kucing Hitam Dalam Budaya Jawa, Begini Penjelasannya

Bunut Bolong tetap menjadi simbol yang mengingatkan kita tentang kepercayaan tradisional dan alam Bali yang magis masih menyatu dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi pasangan yang ingin berkunjung, mungkin tak ada salahnya untuk berhati-hati dan menghormati kepercayaan setempat karena seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Penulis: Audya Amalia Mufida

Editor : Halo Jember
#pohon bunut #mitos #bali