HALOJEMBER - Stasiun Kereta Api Bondowoso atau yang kini sudah berubah menjadi Museum Kereta Api Bondowoso sudah beroperasi sejak tahun 1897.
Tutup pada 2004 lalu, stasiun Bondowoso baru resmi berubah menjadi stasiun pada 2016 silam, tepat di peringatan Hari Jadi Bondowoso dan Hari Kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 2016. Dan di tahun 2024, museum ini masih sangat layak untuk dikunjungi.
Bagaimana sejarahnya? Kepala Stasiun atau Museum Kereta Api Bondowoso, Sugeng Adiwiyono, menjelaskan operasional stasiun terpaksa ditutup pada tahun 2004.
"Penutupan stasiun ini disebabkan oleh biaya operasional yang tidak mencukupi. Pendapatan dari tiket penumpang yang hanya seharga 600 rupiah tidak mampu menutupi biaya perawatan dan gaji pegawai," ungkapnya.
Sugeng juga menambahkan bahwa transformasi Stasiun Bondowoso menjadi museum resmi dilakukan pada 17 Agustus 2016. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan dua alasan utama.
"Pertama, stasiun ini memiliki nilai sejarah yang kuat, terutama terkait dengan peristiwa 'Gerbong Maut' yang terkenal. Para tahanan yang menjadi korban peristiwa tersebut diberangkatkan dari stasiun ini untuk kemudian dikirim ke Surabaya," jelas Sugeng.
Selain alasan historis, penetapan Stasiun Bondowoso sebagai museum juga didasari oleh statusnya sebagai cagar budaya.
"Stasiun ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya, sehingga keberadaannya harus dilestarikan. Bangunan asli stasiun tetap dipertahankan dan hanya dilakukan beberapa renovasi kecil untuk menjaga keasliannya," tambah Sugeng.
Museum ini menjadi destinasi wisata sejarah yang tidak hanya menarik bagi pecinta kereta api, tetapi juga bagi mereka yang ingin memahami peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.
"Museum ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat langsung peninggalan-peninggalan sejarah yang terkait dengan perkeretaapian dan peristiwa-peristiwa penting lainnya," kata Sugeng.
Ada berbagai alat dan sejarah kereta api di museum ini. Seperti adanya gerbong, alat-alat kereta api seperti alat untuk memperbaiki rel, seragam pegawai, tiket zaman dahulu, gentong yang biasa digunakan untuk wadah hasil pertanian, dan berbagai alat bersejarah lainnya.
Sejak dibuka sebagai museum, Stasiun Kereta Api Bondowoso menjadi ikon kebanggaan lokal. Pengunjung dapat melihat bagaimana stasiun ini tetap mempertahankan arsitektur asli dari awal pembangunannya.
"Bangunan stasiun ini tidak pernah dipugar secara besar-besaran, hanya ada beberapa renovasi kecil yang dilakukan untuk perawatan. Kami ingin menjaga agar warisan sejarah ini tetap utuh," pungkas Sugeng. (hlb/mau)
Editor : Halo Jember