Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Melihat Robot dari Tim Robotika Unej, Raih Penghargaan dalam Konter Robot Indonesia

Halo Jember • Kamis, 7 November 2024 | 20:00 WIB
UJI COBA: Robot pertanian bernama Abu Robocon dikendalikan oleh mahasiswa Unej. Hampir Setiap Hari Melakukan Riset (YULIO FA/RADAR JEMBER)
UJI COBA: Robot pertanian bernama Abu Robocon dikendalikan oleh mahasiswa Unej. Hampir Setiap Hari Melakukan Riset (YULIO FA/RADAR JEMBER)

HALOJEMBER – Seorang pria tampak terampil mengendalikan robot di Auditorium Universitas Jember (Unej), kemarin (6/11). Robot tersebut bergerak ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri.

Bagian depannya terlihat penjepit yang dapat mengangkat barang di depannya dengan cekatan. Hal tersebut membuat mata yang melihatnya tertarik untuk mendekat.

Robot bernama Abu Robocon itu karya dari Tim Robotika Unej, yang sudah mendapat penghargaan sebagai peringkat kedua nasional dalam Kontes Robot Indonesia (KRI), beberapa waktu lalu.

Butuh waktu panjang untuk menciptakannya. Mulai dari riset, rancangan, hingga membuat robot dengan bentuk yang sesuai keinginan.

Anggota Tim Robotika Unej, Afi Ariansyah, mengatakan, robot yang dapat melakukan simulasi mencabut dan meletakkan hasil pertanian itu digerakkan secara manual melalui remote dengan jarak 15 hingga 20 meter.

Robot itu bergerak menggunakan tenaga listrik. Sementara, penjepitnya menggunakan tenaga udara yang dapat diisi ulang.

Untuk membuat robot yang disiapkan untuk mengikuti KRI itu, Afi mengaku hampir setiap hari melakukan riset. Tema dalam lomba tahunan itu juga berbeda-beda.

Pada 2025 mendatang, temanya adalah basket. Oleh sebab itu, mereka mulai menyiapkan robot yang dapat bermain basket.

“Kalau juara satu, bisa mewakili Indonesia ke tingkat internasional,” imbuhnya.

Pembuatan robot, tambahnya, juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Mulai dari tahap perancangan hingga menentukan bahan. Waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya kurang lebih satu tahun.

“Tiga bulan untuk desain dan perancangan. Sembilan bulan sisanya untuk melengkapi bahan dan menyatukan robot. Terakhir baru pemrograman,” ujarnya.

Robot bawah air itu dapat berfungsi untuk melihat kondisi di bawah air, tanpa menggunakan tenaga manusia.

Benda itu dapat beroperasi secara otomatis, sesuai dengan program yang dibuat sebelumnya. Salah satu fungsinya adalah mencari korban tenggelam.

“Bisa untuk eksploitasi pemetaan bawah laut, serta pemantauan saluran gas kilang minyak yang ada di tengah laut,” imbuhnya.

Dua robot pertanian dan bawah air yang ditampilkan itu menang dibuat untuk mengikuti KRI, yang dilaksanakan rutin setiap tahun.

Benar saja, berkat riset yang dilakukan dalam waktu cukup panjang, keduanya berhasil mendapat penghargaan di masing-masing kategori.

Robot bawah air menjadi peringkat kedua tingkat Asia dalam The 4th ASEAN MATE Underwater Robot Competition. (ham/c2/dwi)

Editor : Halo Jember
#robot #unej