Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

WASPADA! Kenali Lowongan Kerja Palsu, Begini Cirinya

Halo Jember • Rabu, 4 Desember 2024 | 18:00 WIB
Ilustrasi Lowongan Kerja (Freepik)
Ilustrasi Lowongan Kerja (Freepik)

HALOJEMBER – Perkembangan teknologi yang kian maju dan canggih membuat modus penipuan dengan kedok lowongan kerja semakin marak.

Ramainya masyarakat yang sedang mencari lowongan kerja, membuat oknum-oknum tidak bertanggungjawab menggunakan kesempatan ini untuk melakukan tindak kriminal guna merugikan orang lain

Tidak jarang masyarakat yang saat ini sedang mencari pekerjaan terutama bagi para freshgraduate menjadi salah satu korban karena salah memilih lowongan kerja yang kurang aman dan tidak terpercaya.

Beberapa korban yang tergiur dengan lowongan kerja ini kebanyakan karena masalah ekonomi sehingga sangat membutuhkan kerja secara cepat. Terlebih lagi jika mereka di iming-iming gaji yang besar.

Modus yang dilakukan untuk menghasut atau menarik para korbannya sangat beragam. Bahkan mereka tidak jarang akan mengundang langsung melalui nomer pribadi atau email korban.

Berikut ciri-ciri lowongan kerja palsu yang digunakan oleh oknum penipu:

  1. Persyaratan Terlalu Mudah dan Umum

Perusahaan umumnya mencantumkan persyaratan yang spesifik sesuai dengan kebutuhan posisi yang tersedia. Namun, lowongan kerja palsu sering kali hanya mencantumkan persyaratan yang sangat umum dan tidak spesifik, sehingga hampir semua orang dapat melamar. Penting bagi pencari kerja untuk membaca persyaratan dengan teliti dan memastikan kecocokan dengan keterampilan yang dimiliki.

  1. Tawaran Gaji Tinggi yang Menggiurkan

Modus lain yang sering digunakan adalah mencantumkan tawaran gaji jauh di atas rata-rata atau UMR, lengkap dengan berbagai bonus dan tunjangan. Penawaran gaji sebesar Rp 7 hingga 10 juta, misalnya, sering dijadikan daya tarik untuk memancing korban. Perlu diingat bahwa perusahaan besar biasanya tidak mengungkapkan detail gaji secara terang-terangan dalam pengumuman lowongan kerja.

  1. Menggunakan Nama Perusahaan Besar

Penipuan lowongan kerja kerap menggunakan nama perusahaan ternama untuk menarik perhatian. Jika menerima undangan kerja yang mengatasnamakan perusahaan besar, pastikan untuk memeriksa validitasnya melalui situs resmi atau kontak resmi perusahaan tersebut.

  1. Alamat Kantor Tidak Jelas

Alamat kantor yang tidak spesifik atau mencurigakan juga menjadi tanda lowongan palsu. Beberapa bahkan menggunakan alamat palsu atau tempat yang berbeda untuk proses wawancara. Ada kasus di mana lokasi yang ditentukan ternyata merupakan ruko kosong tanpa identitas yang jelas.

  1. Penyebaran Melalui SMS atau WhatsApp

Pemberitahuan lowongan kerja melalui SMS atau WhatsApp perlu dicurigai. Perusahaan resmi biasanya menghubungi kandidat melalui email resmi dengan domain perusahaan, bukan melalui pesan singkat personal.

  1. Bahasa yang Tidak Formal

Bahasa yang digunakan dalam lowongan kerja palsu sering kali tidak formal dan penuh dengan kesalahan tata bahasa atau ejaan. Sebaliknya, perusahaan resmi selalu menggunakan bahasa yang profesional sesuai dengan kaidah EYD.

  1. Email atau Situs Gratisan

Perhatikan alamat email yang digunakan untuk undangan wawancara. Email dari layanan gratis seperti @gmail, @yahoo, atau @hotmail perlu diwaspadai. Hal yang sama berlaku untuk situs perusahaan, situs resmi biasanya menggunakan domain profesional seperti .com atau .co.id yang sesuai dengan nama perusahaan.

  1. Daftar Nama Kandidat Terbuka

Lowongan kerja palsu sering mencantumkan banyak nama kandidat dalam undangan wawancara. Padahal, undangan resmi biasanya bersifat personal dan ditujukan langsung kepada individu tertentu.

Dengan mengenali ciri-ciri di atas, pencari kerja dapat lebih berhati-hati dan menghindari jebakan penipuan lowongan kerja. Pastikan selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi untuk memastikan keaslian lowongan tersebut.

Penulis: Audya Amalia Mufida

 

Editor : Halo Jember
#lowongan kerja palsu #loker