HALOJEMBER- Perkembanggan peradapan mesir kuno sudah tidak diragukan lagi masih, sampai sekarang meninggalkan jejak salah salah satunya mitologi Mesir kuno ada satu makhluk yang menjadi sumber ketakutan mendalam bagi semua yang mengenalnya. Makhluk itu adalah Apophis, yang sering digambarkan sebagai ular raksasa mengerikan.
Keberadaannya dipercaya mengancam tatanan alam semesta, dan ia menjadi simbol kekacauan serta kehancuran yang siap menghapuskan segala yang telah diciptakan oleh para dewa.
Sepanjang sejarah Mesir, Apophis muncul sebagai sosok yang tidak hanya menimbulkan teror, tetapi juga mendapatkan rasa kagum karena kekuatannya yang luar biasa
Dikatakan bahwa kekuatan Apophis sangat besar, bahkan cukup untuk memaksa para dewa Mesir untuk bersatu demi menghalanginya. Apophis, dalam mitologi Mesir, dikenal sebagai dewa jahat atau entitas yang melambangkan kekuatan gelap, kekacauan, dan penghancuran.
Sering kali digambarkan dalam wujud ular atau ular raksasa dia menjadi musuh utama bagi para dewa, khususnya Ra, dewa matahari yang dianggap sebagai pencipta dan penjaga keseimbangan alam semesta.
Dalam keyakinan Mesir, Apophis adalah musuh abadi Ra dan bertujuan untuk menenggelamkan dunia dalam kegelapan selamanya dengan menelan Ra dalam perjalanannya setiap malam.
Setiap malam, dalam perjalanannya melalui dunia bawah tanah, Ra harus menghadapi serangan Apophis yang berusaha untuk menghalanginya sampai pagi.
Apophis bukan sekadar simbol kekacauan, tetapi juga merupakan ancaman nyata bagi stabilitas alam semesta. Dalam pandangan orang Mesir kuno, dunia hanya bisa berjalan dengan harmoni jika Ra, sang dewa matahari, dapat terus terbit setiap pagi.
Oleh karena itu, Apophis dianggap sebagai ancaman langsung terhadap keberlangsungan hidup dan tatanan alam semesta.
Dalam menghadapi Apophis, para dewa harus terus berjuang melawan Apophis agar matahari dapat terbit setiap hari dan kegelapan abadi tidak menutupi dunia. Dengan kata lain, Apophis adalah simbol dari segala yang tidak terkendali dan destruktif, sebuah kekuatan yang dapat mengguncang dasar-dasar kosmos itu sendiri.
Sosok Apophis sangat penting dalam kepercayaan dan ritual keagamaan Mesir. Ia sering kali disebut dalam berbagai mantra dan doa pelindung, terutama dalam teks-teks yang digunakan dalam ritual penguburan.
Dalam upaya untuk memastikan keberlanjutan kehidupan dan kemakmuran kerajaan, orang Mesir percaya bahwa mereka harus melawan kekuatan Apophis melalui ritual dan mantra untuk mengusirnya.
Salah satu tempat di mana Apophis sering disebutkan adalah dalam Coffin Texts atau Teks Peti Mati, yang merupakan kumpulan mantra dan doa yang digunakan dalam pemakaman orang-orang Mesir elit pada periode Kerajaan Tengah (2055-1650 SM).
Dalam teks-teks ini, Apophis digambarkan sebagai musuh yang harus dikalahkan agar jiwa orang yang telah meninggal dapat selamat dan mencapai kehidupan setelah kematian.
Tidak hanya dalam konteks kehidupan setelah mati, Apophis juga sering muncul dalam prasasti kuil dan papirus keagamaan, menunjukkan betapa pentingnya peranannya dalam setiap aspek kehidupan orang Mesir kuno.
Dalam budaya ini, Apophis tidak hanya dipandang sebagai ancaman fisik, tetapi juga sebagai simbol dari bahaya spiritual dan moral yang harus dihindari untuk menjaga keseimbangan dunia.
Secara keseluruhan, Apophis adalah simbol dari kekuatan gelap yang tidak hanya mengancam alam semesta secara fisik, tetapi juga mencerminkan bahaya moral dan spiritual bagi masyarakat Mesir.
Penulis : Ahmad Rofiqhi Laming
Editor : Halo Jember