HALOJEMBER- Sabdo Palon adalah salah satu tokoh legendaris yang sangat dihormati dalam tradisi spiritual Jawa, terutama di kalangan umat Hindu dan Buddha. Ia dikenal sebagai penasihat setia Raja Brawijaya V, penguasa terakhir dari Kerajaan Majapahit.
Dalam berbagai kisah yang berkembang, Sabdo Palon tidak hanya digambarkan sebagai seorang pandhita atau pemimpin spiritual yang bijaksana, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara dunia fisik dan spiritual.
Sabdo Palon sering dihubungkan dengan peranannya sebagai penasihat yang setia pada Brawijaya V. Ia dipercaya memiliki kebijaksanaan luar biasa dalam memberikan nasihat kepada sang raja.
Bahkan, beberapa cerita menyebutkan bahwa Sabdo Palon adalah sosok yang memiliki kemampuan sakti, serta pengetahuan mendalam tentang berbagai aspek kehidupan, baik duniawi maupun spiritual.
Namun, meskipun ia memiliki kedudukan yang tinggi di dalam kerajaan, Sabdo Palon ternyata memilih untuk berpisah dengan Brawijaya V karena adanya perbedaan prinsip yang mendasar.
Hal ini menggambarkan bahwa meskipun loyalitasnya pada raja tidak diragukan, ia tetap mempertahankan nilai-nilai kebenaran dan prinsip moral yang diyakininya.
Nama "Sabdo Palon" sendiri bukanlah nama asli, melainkan sebuah gelar yang mencerminkan tugas dan peranannya. Kata "Sabdo" dalam bahasa Jawa berarti kata, ajaran, atau nasihat, sementara "Palon" dapat diartikan sebagai kebenaran yang bergema di alam semesta, sesuatu yang abadi dan tak tergoyahkan.
Jika digabungkan, nama Sabdo Palon dapat diartikan sebagai sosok yang berani mengungkapkan kebenaran, bahkan kepada penguasa sekalipun, serta bertanggung jawab atas apa yang diucapkannya.
Gelar ini bukan hanya menunjukkan kedudukan Sabdo Palon sebagai penasihat spiritual, tetapi juga mencerminkan tanggung jawabnya untuk menjaga dan menyampaikan kebenaran di tengah hiruk-pikuk dunia kerajaan.
Selain itu, Sabdo Palon dikenal memiliki hubungan erat dengan seorang tokoh lain yang juga sangat dihormati, yaitu Noyogenggong. Bersama Noyogenggong, Sabdo Palon diingat dalam tradisi sebagai "Sapu Angin" atau "Sapu Jagad", yang bisa diartikan sebagai penjaga atau penyapu dunia.
Kedua tokoh ini dipercaya memiliki tugas untuk membersihkan dunia dari kekacauan dan ketidakadilan, serta menjaga agar kehidupan tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip kosmik yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, peran mereka tidak hanya terbatas pada dunia manusia, tetapi juga pada dunia alam semesta secara keseluruhan.
Di samping peranannya dalam sejarah Majapahit, nama Sabdo Palon juga sering dikaitkan dengan ramalan-ramalan yang tertulis dalam "Jangka Sabdo Palon".
Ramalan-ramalan ini, yang dipandang sebagai petunjuk untuk memahami perjalanan zaman, diyakini mengandung pesan-pesan penting tentang masa depan.
Banyak orang yang meyakini bahwa ramalan-ramalan tersebut tidak hanya berlaku untuk masa kejayaan Majapahit, tetapi juga relevan untuk keadaan Indonesia di masa-masa mendatang.
Dalam hal ini, Sabdo Palon bukan hanya seorang penasihat kerajaan, tetapi juga seorang peramal yang mampu melihat ke dalam alur sejarah dan memberikan arahan bagi kehidupan umat manusia.
Namun, kisah Sabdo Palon tidak berhenti di sana. Setelah perpisahannya dengan Brawijaya V, Sabdo Palon menjadi simbol dari perlawanan terhadap ketidakadilan dan penyelewengan kekuasaan.
Dalam banyak cerita rakyat, ia sering digambarkan sebagai sosok yang menegakkan keadilan dan kebenaran, meskipun harus berhadapan dengan raja atau penguasa yang zalim.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam dirinya terkandung nilai-nilai luhur tentang keberanian untuk menyuarakan kebenaran, sekalipun itu berarti harus bertentangan dengan pihak yang memiliki kekuasaan.
Dengan demikian, Sabdo Palon lebih dari sekadar tokoh sejarah atau legenda. Ia merupakan simbol dari kebijaksanaan, integritas, dan keteguhan dalam memegang prinsip. Nama dan ajarannya masih dikenang hingga kini, menjadi pengingat bagi generasi penerus bahwa kebenaran dan keadilan harus senantiasa dijaga, meskipun seringkali harus melalui jalan y
Penulis: Ahmad Rofiqhi Laming
Editor : Halo Jember