HALOJEMBER- Kabupaten Jember merupakan salah satu Kabupaten yang terletak diujung pulau jawa, dan memiliki desnitasi wisata pesisir yang indah namun dialik keindahan tersebut terdapat kisah menarik yang mungkin kalian belum ketahui.
Kisah pantai Watu Ulo atau batu ular, Konon, di masa lalu ada sebuah batu yang dipercaya sebagai bagian dari tubuh seekor naga raksasa yang sangat jahat, bernama Nogo Rojo atau Naga Raja.
Naga ini dikenal sebagai makhluk yang sangat mengerikan, dengan perut yang selalu lapar dan sifat yang rakus.
Nogo Rojo bukan hanya menakuti manusia, tetapi juga memangsa makhluk-makhluk laut dan menghancurkan segala yang ada di sekitarnya.
Teror naga ini berlangsung begitu lama, hingga akhirnya ada seorang pahlawan yang muncul untuk menumpasnya, seorang pemuda bernama Joko Mursodo.
Joko Mursodo, dengan keberanian dan kesaktiannya, berhasil mengalahkan naga tersebut. Namun, perjuangannya tidak berakhir begitu saja. Setelah bertempur sengit, tubuh Nogo Rojo pun terbelah menjadi tiga bagian.
Bagian kepala naga terlempar jauh ke Pantai Grajagan di Banyuwangi, tubuhnya terlempar ke Pantai Watu Ulo di Jember, dan ekornya jatuh di Pacitan.
Kini, batu yang kita lihat di beberapa tempat tersebut dipercaya sebagai sisa-sisa tubuh naga yang pernah menguasai laut dan daratan.
Namun, siapa sebenarnya Joko Mursodo ini? Menurut legenda yang beredar di masyarakat, Joko Mursodo bukanlah sosok biasa. Ia merupakan seorang anak yang pada awalnya tidak memiliki tempat untuk pulang.
Dikisahkan, ada sepasang suami istri yang sangat mendambakan seorang anak, namun mereka belum dikaruniai keturunan. Suatu hari, mereka menemukan seorang anak kecil yang tengah berlari ketakutan di sekitar kawasan Banyuwangi.
Anak itu tidak lain adalah Joko Mursodo yang tengah melarikan diri dari kejaran sesuatu yang tidak diketahui.
Dengan rasa kasihan dan belas kasih, pasangan suami istri tersebut mengangkat Joko Mursodo sebagai anak mereka. Mereka merawatnya dengan penuh kasih sayang hingga Joko Mursodo tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah.
Namun, nasib membawanya untuk menjalani takdir yang jauh lebih besar, yakni mengalahkan Nogo Rojo yang telah membuat kerusakan begitu besar di seluruh wilayah tersebut.
Joko Mursodo tidak hanya memiliki keberanian, tetapi juga ilmu kesaktian yang luar biasa. Dengan kekuatan yang dimilikinya, ia bertarung dengan naga raksasa itu, menghadapinya dalam pertempuran yang luar biasa dahsyat.
Berkat kesaktiannya, ia berhasil memotong tubuh naga itu menjadi tiga bagian yang terpisah di berbagai tempat yang kini dikenal sebagai Pantai Grajagan, Pantai Watu Ulo, dan Pacitan.
Cerita tentang Joko Mursodo dan Nogo Rojo ini tidak hanya mengisahkan tentang keberanian dan perjuangan seorang pahlawan, tetapi juga mengandung pelajaran tentang pengorbanan, takdir, dan hubungan antara manusia dengan kekuatan alam yang luar biasa.
Hingga kini, legenda ini masih hidup dalam ingatan masyarakat, dan sisa-sisa tubuh Nogo Rojo yang tersebar di pantai-pantai tersebut menjadi saksi bisu dari sebuah kisah heroik yang tak lekang oleh waktu.
Penulis : Ahmad Rofiqhi Laming
Editor : Halo Jember