Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

5 Mitos Larangan Bagi Perempuan Jawa yang Dipercaya Turun Temurun, Ternyata Begini Maknanya

Halo Jember • Rabu, 22 Januari 2025 | 18:33 WIB
Ilustrasi perempuan Jawa kuno (Pinterest)
Ilustrasi perempuan Jawa kuno (Pinterest)

HALOJEMBER - Semakin modernnya peradaban, banyak masyarakat yang skeptis akan hal-hal yang belum tentu terjadi, atau biasa disebut dengan mitos.

Jelasnya, mitos merupakan larangan-larangan yang masih dipercaya secara turun temurun. Namun, masih ada beberapa orang yang percaya akan hal itu saat ini.

Dalam tradisi dan kepercayaan budaya Jawa ada beberapa mitos larangan yang tidak boleh dilakukan oleh perempuan. 

Berikut adalah beberapa larangan-larangan atau mitos perempuan jawa.

Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper
Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper

1. Menyapu Tidak Sampai Selesai atau Tidak Bersih

Salah satu larangan yang cukup populer dikalangan wanita Jawa adalah bersih-bersih atau menyapu yang tidak bersih.

"Yen nyapu kudu resik kareben oleh jodo ora brewokan", artinya kalau nyapu
harus bersih supaya jodohnya tidak brewokan (berjenggot).

Kalimat tersebut memiliki pesan yang terselubung didalamnya. Isi pesan itu adalah supaya wanita mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan pasangan yang tidak buruk rupa.

Namun secara logikanya mitos ini dimaknai agar wanita sangat menjaga kebersihannya.

2. Larangan untuk Duduk di Depan Pintu

Secara logika, memang duduk di depan pintu membuat orang-orang terhalang ketika berjalan.

Namun mitos ini ditujukan supaya perempuan mudah dalam mendapatkan pasangan hidup.

Kalimat dalam bahasa jawa berbunyi "Aja lungguh ing ngarep lawang, mundhak wong sing nglamar balik".

Baca Juga: Mengungkap Fakta Dibalik Aura Mistis Pantai Watu Ulo, Sebuah Misteri yang Belum Terungkap

3. Dilarang Membunuh Hewan Sembarangan

"Aja mateni kewan, mundhak bayine lahir kaya kewan". Kalimat tersebut memiliki arti yang sedikit menyeramkan.

Arti dari kalimat ini adalah jangan membunuh hewan, karena nanti bayi yang lahir sama seperti hewan.

Tentu, hal tersebut adalah sesuatu yang mustahil bayi lahir seperti binatang, dikarenakan membunuh binatang.

Mitos tersebut memberikan pesan lain bahwa kita sebagai wanita, sebagai ibu harus menyayangi sesama ciptaan tuhan.

4. Makan Sayap Ayam

Keunikan mitos selanjutnya adalah larangan makan sayap ayam kepada perempuan yang belum menikah.

Dalam kepercayaan Jawa, memakan sayap ayam akan menjauhkan jodoh. Seperti halnya dengan mitos duduk di tengah pintu, makan ayam pun demikian.

5. Larangan Duduk Kaki Ditekuk

Mitos selanjutnya adalah wanita jawa dilarang duduk dengan kaki yang ditekuk keatas, dalam kalimat jawanya yakni "bocah wadon ora ilok lungguh jegang".

Terkandung nilai postif dalam kalimat tersebut adalah seorang wanita menjaga dirinya menghindarkan dirinya dari perbuatan yang memalukan keluarganya. Maka dari itu, wanita perlu berkelakuan sopan.

Masih terdapat banyak mitos- mitos yang menarik untuk dibahas. Mitos boleh untuk dipercaya maupun tidak, karena kita tidak memiliki kewajiban untuk mempercayainya.

Namun sebagai individu harus menghargai dan menilai mitos apakah hal tersebut mengandung nilai positif.

Seperti mengambil sisi baik dan pelajaran yang ada dari mitos tersebut, kita tidak harus mempercayai mitosnya. Lebih baik untuk menghormati hal tersebut, dibanding dengan mencela sesuatu yang dianggap tidak masuk akal.

Editor : Halo Jember
#larangan #mitos #perempuan jawa