HALOJEMBER - Laut Selatan terkenal dengan mitos dan legenda Nyi Roro Kidul sang penguasa laut selatan. Mitos ini dipercaya secara turun-temurun sebagai kisah rakyat.
Masyarakat percaya bahwa di waktu tertentu, sang penguasa membutuhkan tumbal untuk dibawa ke alam ghaibnya dengan tujuan dijadikan pelayan atau prajurit.
Misteri ini dikaitkan dengan ombak yang besar seolah siap memakan korban di Pantai Selatan. Ombak inilah yang kemudian akan mengantarkan korban ke kerajaan gaibnya.
Kisah mitos dan legenda mistis yang tersebar membuat masyarakat setempat mengaitkan larangan di pantai tersebut dengan misteri legenda penguasa pantai selatan.
Salah satu larangan yang sering kita dengar ialah memakai baju berwarna hijau di Pantai Selatan. Larangan ini berlaku untuk para wisatawan yang berkunjung ke area tersebut.
Konon, warna hijau merupakan warna identik Nyi Roro Kidul dan jika ada yang melanggar larangan tersebut, maka akan menjadi sasaran Nyi Roro Kidul untuk ditarik ke dalam istana gaibnya.
Baca Juga: Belasan Siswa Terseret Rip Current di Pantai Drini Yogyakarta, Arus Kuat yang Mematikan
Faktanya, terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa larangan memakai baju hijau berkaitan dengan keselamatan pengunjung di area pantai.
Dijelaskan dalam penelitian tersebut bahwa, dasar laut yang terdiri dari rumput laut, karang hingga pasir jika terkena pantulan sinar matahari maka air laut akan berubah keruh dan kehijauan.
Baca Juga: 5 Mitos Larangan Bagi Perempuan Jawa yang Dipercaya Turun Temurun, Ternyata Begini Maknanya
Meskipun air laut umumnya berwarna biru bersih, namun air laut Pantai Selatan didominasi warna hijau.
Dalam hal ini, ketika pengunjung yang terseret ombak laut menggunakan baju hijau maka akan menyulitkan tim SAR dalam pencarian.
Oleh karena itu, pengunjung disarankan untuk menggunakan pakaian berwarna cerah sebagai antisipasi akan hal tersebut.
Maka dari itu, penting bagi pengunjung untuk menghormati budaya dan tradisi setempat dengan tidak memakai baju hijau di Pantai Selatan Jawa.
Fakta lain menyebutkan bahwa, ombak tinggi atau ombak besar Pantai Selatan yang menelan korban jiwa disebut rip current atau arus pecah.
Rip Current terjadi karena perbedaan tekanan air yang dipicu oleh gelombang pecah yang tidak merata. Sehingga muncul saluran sempit yang mempercepat pergerakan air kembali ke laut.
Rip current menjadi kondisi paling berbahaya yang dapat menyeret orang ke tengah laut.
Ombak ini lebih mematikan 10 kali lipat karena dapat mengintai manusia secara tak terlihat. Kecepatannya dapat mencapai 29 kilometer per jam atau 8 meter per detik.
Editor : Halo Jember