Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Begini Caranya Hitung Weton Kecocokan Jodoh untuk Pernikahan

Halo Jember • Jumat, 14 Februari 2025 | 17:30 WIB

 

Ilustrasi Wayang Jawa (Pinterest)
Ilustrasi Wayang Jawa (Pinterest)

HALOJEMBER- Dalam budaya Jawa, Weton merupakan istilah yang merujuk pada perhitungan hari kelahiran seseorang berdasarkan dengan kalender Jawa.

Weton dipercaya memiliki peran penting dalam menentukan aspek-aspek kehidupan, salah satunya jodoh.

Baca Juga: Mengungkap Fakta Dibalik Aura Mistis Pantai Watu Ulo, Sebuah Misteri yang Belum Terungkap

Dalam budaya Jawa, tradisi weton jodoh telah dilakukan secara turun temurun hingga saat ini. Metode ini digunakan untuk menentukan kecocokan masing-masing pasangan, dapat dilihat dari hari kelahiran berdasarkan penanggalan Jawa.

Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper
Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper

Walaupun saat ini, metode hitung jodoh weton sudah  dianggap sebagai takhayul oleh masyarakat, tetapi perhitungan weton masih dipraktekkan oleh sebagian masyarakat Jawa lainnya.

Adapun weton dalam budaya Jawa yang terdiri dari dua komponen utama, yakni hari lahir dan hari pasaran.

Seperti yang diketahui, pasaran dalam kalender Jawa meliputi Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kemudian, hari pekan yakni sistem tujuh hari dalam kalender masehi.

Baca Juga: Bagong Tokoh Wayang yang Mewarnai Cerita dengan Humor dan Kebijaksanaan

Gabungan dari hari pekan dan hari pasaran ini akan menghasilkan sebuah weton. Sebagai contoh, seseorang yang lahir ketika Sabtu Wage mempunyai weton Sabtu Wage. Lalu, setiap weton memiliki nilai numerik yang diambil dari jumlah neptu.

Baca Juga: Misteri Gelap di Rumah Sakit Mardi Waluyo Kisah Kengerian yang Tak Terungkap

Jumlah neptu tersebut dipergunakan dalam perkiraan menentukan kecocokan jodoh. Berikut kita simak mengenai cara menghitung weton jodoh dan aspek-aspek lainnya.

Hal yang pertama dilakukan adalah menentukan neptu dari hari pekan dan hari pasaran masing-masing orang. Terdapat masing-masing nilai pada hari pekan dan hari pasaran, yakni ;

Nilai Hari Pekan : 

Nilai Hari Pasaran : 

Ketika telah menemukan nilai masing-masing, kemudian seseorang perlu menghitungnya. Misalnya, seseorang lahir Rabu Wage maka jika dijabarkan, 7 (Rabu) + 4 (Wage) = 11. Begitu pula dengan jumlah neptu pasangannya, jika lahir di Senin Pahing berarti 4 (Senin) + 9 (Pahing) = 13. Hasil jumlah tersebut dinamakan neptu.

Masing-masing neptu, perlu dijumlahkan dan dibagi 10. Jika melihat contoh sebelumnya, neptu X adalah 11 dan neptu Y adalah 13, apabila dijumlahkan akan mendapatkan hasil 24. Angka 24 itu lalu dibagi dengan 10 yang akan mendapatkan sisa 4. 

Akan tetapi, apabila neptu yang dibagi dengan angka 10 sisanya lebih dari 7, maka tidak boleh dibagi 10, melainkan dibagi 7. Beralih pada contoh lain, seseorang yang memiliki weton Sabtu Pon mendapatkan neptu 9+7 = 16.

Lalu, pasangannya lahir di Kamis Legi dengan jumlah neptu 8+5 = 13. Ketika dijumlahkan dua neptu tersebut, maka hasil yang didapat 16 + 13 = 29. Jika dibagi 10, tersisa 9. Maka, perlu dibagi dengan angka 7. Hasil yang didapat adalah 29: 7 = 4, sisanya adalah 1.

Langkah yang terakhir dilakukan adalah menginterpretasikan sisa pembagian yang mengacu dengan tabel kecocokan jodoh dalam tradisi Jawa. Terdapat tujuh interpretasi berdasarkan jumlah neptu ;

Sisa 1 = bermakna Wasesa Sagara, dimana menandakan kehidupan yang berkecukupan dan bahagia. Selain itu, luas budinya, sabar, pemaaf dan berwibawa.

Sisa 2 = Tunggak Semi, artinya murah akan rezeki

Sisa 3 = Satriya Wibawa, bermakna mendapat keluhuran dan kemuliaan

Sisa 4 = Sumur Seneba, memiliki makna banyak yang datang untuk berguru

Sisa 5 = Satriya Wirang, artinya mengalami dukacita dan malu

Sisa 6 = Bumi Kapethak, memiliki arti yang tidak jauh berbeda dengan Sisa 5, yakni banyak mengalami dukacita dan malu

Sisa 7 = Lebu Katiyup Angin, bermakna tidak kesampaian cita-citanya dan sering pindah rumah.

Selain tiga langkah tadi, masih terdapat cara-cara seperti melihat dari lima elemen dasar dalam filosofi Jawa, kemudian penanggalan Jawa terkadang dikaitkan dengan arah mata angin.

Kombinasi hari pekan dan pasaran diyakini memiliki pengaruh pada sifat dan karakter seseorang. Maka dari itu, weton juga dipercaya bisa melihat karakter seseorang. 

Perlu diketahui bahwa interpretasi tersebut bisa bervariasi, hal ini kembali lagi pada tradisi lokal dan pemikiran yang dianut oleh ahli weton.

Versi-versi penghitungan bisa saja memberikan sesuatu yang berbeda pada komponen tertentu atau justru menambahkan elemen dalam analisis tersebut. 

Penulis : Syahidah Dina Ilmasya

 

Editor : Halo Jember
#weton #jodoh #pernikahan