HALOJEMBER - Beraktivitas setelah seharian menyebabkan tubuh kita merasa lelah. Tak sedikit orang memilih tidur untuk melepas penatnya.
Bahkan tak jarang dari mereka tertidur lama dan bangun hingga mendekati waktu malam. Kebiasaan sepele ini justru memiliki dampak yang besar bagi tubuh dan bahkan menjadi salah satu pantangan dalam budaya tertentu.
Kepercayaan masyarakat Jawa tentang hubungan antara manusia, alam dan Tuhan menjadi patokan aturan dalam kehidupan. Aturan tersebut muncul berdasarkan sejarah hidup dan kepercayaan orang zaman dulu yang dikenal dengan primbon Jawa.
Baca Juga: Misteri Dibalik Angka 7 yang Dijuluki Sebagai Lucky Number, Diduga Memiliki Kekuatan Spiritual
Kisah mitos yang dipercaya secara turun-temurun memiliki tujuan dan arti tersendiri, salah satunya pantangan tidur menjelang waktu Maghrib atau petang.
Masyarakat Jawa percaya bahwa waktu petang menjadi waktu yang disukai Jin dan menarik jin dan setan untuk mendekat.
Sehingga, orang yang tidur di waktu tersebut dikhawatirkan tidak waspada dengan gangguan jin dan setan.
Selain itu, mereka beranggapan bahwa anak perawan yang tidur di waktu magrib rawan disukai jin sehingga menghambat mereka untuk mendapatkan pasangan hidup.
Pantangan ini bukan hanya sekedar kepercayaan masyarakat, namun penjelasan mengenai efek samping dari tidur waktu petang juga dapat dijelaskan secara spiritual dan medis.
Baca Juga: Ungkap Dampak dari Fast Fashion yang Justru Merusak Lingkungan
Dalam agama Islam, waktu Maghrib dianggap istimewa karena merupakan waktu untuk melaksanakan ibadah shalat Maghrib.
Tidur di waktu ini dianggap kurang menghargai agama dan cenderung lalai terhadap kewajiban agama.
Dalam tradisi mistis, waktu petang sering mengarah pada jin atau setan yang berkeliaran, jadi tidur waktu maghrib diyakini membuka diri terhadap mahluk halus atau pun pengaruh negatifnya.
Seperti yang diketahui, beberapa adat kejawen juga merupakan hasil akulturasi dari budaya Islam di Jawa.
Larangan ini juga sejalan dengan sabda Rasulullah SAW yang bersabda, “Jangan lepaskan hewan-hewan ternak dan anak-anak kalian ketika matahari terbenam sampai berlalunya awal Isya’ karena para setan berkeliaran antara waktu terbenamnya matahari sampai berlalunya awal Isya,” (HR. Muslim).
Sementara itu, jika ditelaah secara medis tidur petang hari dapat mengganggu metabolisme tubuh.
Hal ini juga berdampak buruk pada turunnya daya tahan tubuh, kadar gula darah yang dapat menyebabkan diabetes dan memicu kebingungan, atau yang sering disebut linglung pada saat terbangun.
Dapat diartikan bahwa orang yang memiliki kebiasaan tidur menjelang magrib sangat rentan terserang penyakit dan berisiko infeksi.
Meski demikian, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tidur petang bisa membuat seseorang gila. Namun, tidur sore dapat menyebabkan beberapa efek negatif bagi kesehatan, seperti yang dijelaskan.
Oleh karena itu, untuk mengatasi kebiasaan buruk yang sangat berisiko bagi kesehatan. Alangkah baiknya jika kita mengatasinya sejak dini dengan cara menjaga pola makan sehat, tidur yang cukup, minum air putih dan berolahraga.
Penulis : Faydhatul B M
Editor : Halo Jember