HALO JEMBER - Ada banyak kisah heroik yang terjadi di Jember. Bahkan, tak sedikit yang akhir hayatnya di tanah Pandalungan, Jember ini. Seperti cerita Mbah Gembong.
Makam Mbah Gembong ini berada di pesisir selatan Jember, Jawa Timur. Tepatnya di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember.
Sumo juru kunci makam Mbah Gembong menjelaskan, menurut cerita juru kunci sebelumnya, Mbah Gembong menjalani puasa panjang selama menetap di Paseban.
JEJAK DAKWAH
Profil Singkat Mbah Gembong:
Tahun Cerita Singkat
1488 Lahir
1603 Tiba di Paseban
1611 Meninggal dunia
1929 Jember Lahir
SUMBER: Diolah dari berbagai sumber.
Baca Juga: Senang Berziarah Makam, Inilah Sosok Habib Mahdi Asal Bogor Beserta Perjalanan Singkatnya
Dia hanya makan satu ekor ikan lele setiap 36 hari sekali. Tepatnya pada Jumat Kliwon.
Laku spiritual itu dijalankannya selama satu windu atau delapan tahun, sebagai bentuk kesiapannya untuk kembali kepada Sang Mahakuasa setelah merasa tugas dakwahnya telah selesai.
Hingga akhirnya, Mbah Gembong wafat pada tahun 1611 atau pada usia 123 tahun.
“Untuk mengenang hal itu, kami membangun patung lele di depan area makam,” tambah Sumo.
Hingga kini, kisah perjalanan dan laku spiritual Mbah Gembong tetap hidup di tengah warga Paseban. Makamnya menjadi saksi bisu perjalanan panjang dakwah Islam di Nusantara.
Sekaligus menjadi tujuan ziarah bagi mereka yang ingin mengenang jejak perjuangannya.
Patung lele yang berdiri di depan area makam pun menjadi pengingat akan keteguhan spiritual sang pendakwah selama delapan tahun. (yul/c2/nur)
Editor : Halo Jember